Opini, Serikatnasional.id | Kerja sama yang dilakukan pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep untuk mempermudah petani menjual hasil panennya salah satunya bekerja sama dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia yang baru-baru ini telah membeli 24 ton jagung hasil panen perdana tahun 2025.
Dalam pandangan saya, ini bukan langkah satu-satunya yang dapat dilakukan dinas DKPP Sumenep, dari hasil panen petani pemerintah mestinya mampu meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengamankan komoditas pangan di masa depan.
Upaya pemerintah membantu menjual hasil panen jagung ke PT. Pokphand sudah lumayan bagus, akan tetapi langkah ini seolah bersifat parsial karena petani tidak mampu memproduksi hasil taninya pada produksi yang lebih menjanjikan.
"Di samping dikirim ke pokphand, maka penting juga untuk merancang program hilirisasi jagung sumenep, sambil lalu merubah mindset petani: "petik- jual" ke mindset " petik- olah- kemas- jual". dengan merancang industri berbahan baku jagung " madura( sumenep)." Kata salah satu senior yang selalu menyoroti perkembangan petani di madura.
Langkah ini sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan nasional. Sebab masyarakat akan mampu mengolah atau memproduksi hasil tani selama beberapa kali panen dengan jumlah hasil yang lebih memuaskan. Perlahan tapi pasti mengkonversi dari predikat konsumen menjadi produsen, dari penikmat menjadi pelaku " Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian".
Tidak dapat dipungkiri, dari banyak hal kita selalu menjadi penikmat, contoh air kemasan, garam yodium, kripik singkong, kacang asin di supermarket, sementara petani hanya bisa menjual kacang rebus di pasar-pasar tradisional yang harganya berbanding terbalik dengan harga kacang yang sudah dikemas dengan rapi di supermarket, bahkan terjadi kesenjangan harga yang cukup tinggi.
Hasil survey dilapangan, pertanda bahwa ilmu pengetahuan dan teknoligi berkontribusi terhadap perbaikan harga, padahal bahan bakunya sama-sama kacang tanah. Dalam hal ini pemerintah harus hadir dan terlibat dalam memperkuat sistem ketahanan pangan yang di dengung-dengungkan pemerintah pusat.
Jika upaya pemerintah tidak hanya cari pembeli tetapi terlibat dalam merancang program hilirisasi, maka dampaknya akan sangat dirasakan oleh masyarakat petani secara menyeluruh.
Adapun keberhasilan itu disebut menjadi contoh nyata dari pentingnya inovasi dalam infrastruktur pertanian untuk meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani di daerah.
Pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Sumenep dan Kementerian Pertanian (Kementan) pun berharap agar model ini bisa diterapkan di lebih banyak wilayah guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Penulis: Imam Rasyidi