Iklan

https://www.serikatnasional.id/2024/10/blog-post.html

Iklan

,

Iklan

DKPP Sumenep Panen Raya Jagung Hibrida, 24 Ton Jagung Dikirim Ke PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk

SerikatNasional
14 Feb 2025, 15:18 WIB Last Updated 2025-03-22T02:33:50Z


Sumenep, Serikatnasional.id | Musim panen mulai dirasakan oleh seluruh petani di Jawa Timur, termasuk salah satunya petani di wilayah Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur. Hal ini senada dengan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung Swasembada Pangan Nasional.



Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar panen raya jagung Hibrida pada hari Jumat 14 Februari 2025.  Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH. MH secara simbolis memulai pelaksanaan panen raya jagung Hibrida Nusantara, yang ditanam Kelompok Tani Al Muawwanah Dusun Gang Asem, Desa Guluk-guluk, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep seluas 1 Hektar.



Dalam sambutannya Bupati Sumenep menyampaikan, untuk mempercepat terwujudnya program ketahanan pangan harus ada sinergitas antara pemerintah daerah dan TNI-POLRI, dan juga program swasembada pangan ini harus dilakukan dengan hirilisasi.



Cak Fauzi menyebut banyak hal yang harus dilakukan secara bersama-bersama, salah satunya bagaimana kedepan petani sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Bagaimana petani tidak kesulitan mencari yang namanya pupuk bersubsidi, itu salah satu pesan yang harus menjadi atensi bersama.



Bahkan, Bupati Sumenep mengajak seluruh jajaran untuk mengantisipasi dan menjaga agar pupuk bersubsidi tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu, ini juga menjadi tanggung jawab Polres untuk terus mengawasi keberadaan pupuk subsidi yang sudah diatur sedemikian rupa oleh presiden untuk mempercepat Swasembada Pangan Nasional. 



Maka pada hari ini pemerintah daerah tentu harus berhitung dan mengatur sebaik mungkin agar swasembada pangan nasional merupakan salah satu program prioritas daerah.



" Jangan sampai nanti hasil panen kita di 2025 itu turun seperti tahun 2024, " Begitu yang disampaikan Bupati Sumenep kepada para Jajarannya.


Swasembada Pangan Nasional itu tegas Cak Fauzi, menjadi salah satu tujuan pemerintah pusat agar Negara Indonesia tidak lagi melakukan Import jagung, padi, dan beras. Sehingga stabilitas harga yang berkaitan dengan pangan bisa dijaga. 



Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Chainur Rasyid menegaskan, sejak Februari untuk Kecamatan guluk-guluk sudah mendekati target tanam 2025. 


" Yang mana luasan di kecamatan Guluk-guluk luas baku tegal 3000.008 yaitu sudah terealisasi 2000.190. Untuk luas baku sawah kurang lebih 2900 sudah terealisasi 1900.  Artinya kita sudah berupaya terus dimusim penghujan ini kita maksimalkan, " Ucap Chainur Rasyid dalam sambutannya.



Pihaknya mengklaim sering melakukan rapat koordinasi dengan TNI-POLRI dan bahkan setiap hari melakukan sosialisasi keseluruh kecamatan-kecamatan bersama TNI-POLRI untuk selalu mendukung mengupayakan maksimal. Bahkan Pupuk Indonesia selalu siap menyediakan dan menyalurkan kuota yang sudah diberikan ke kabupaten Sumenep.



Lanjut inung, pupuk yang bersubsidi sudah 80 % mendekati usulan RDKK, dan bahkan pemerintah pusat tidak hanya kepada dua pupuk subsidi, sekarang Perpres nomor 6 tahun 2025 pupuk bersubsidi bertambah menjadi lima, jadi kembali ke asal.



" Kalau yang sekarang kita kenal dengan pupuk bersubsidi urea dan MPK, Insyaallah di tahun 2025 ada juknis untuk menambah , Pupuk ZA, SP36 dan  organik," ungkap Bupati 3 Periode ini.



Untuk diketahui, hasil panen perdana Pemerintah Kabupaten Sumenep hari ini yang sudah dibeli oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk sebanyak 24 ton jagung. 



Penulis: Rasyidi