SAMARINDA – Ditengah meningginya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia, tak terkecuali di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Samarinda membeberkan bahwa Warga Binaan Lapas (WBP) yang menjalani masa tahanan nihil kasus terkonfirmasi Covid-19.
Hal itu diungkapkan Kepala Lapas Kelas II A Samarinda, Ilham Agung Setyawan saat ditemui dikantornya pada hari ini, Senin (7/3/2022). “Untuk meningginya kasus Covid-19 varian Omnicorn di Lapas Kelas II A untuk sementara nihil. Namun, ada beberapa WBP yang mengeluhkan sakit seperti gejala Omnicorn, setelah kita periksa ternyata hasilnya negatif,” ujar Ilham Agung.
“Jadi WBP yang mengeluh sakit dan saat diperiksa negatif kita langsung memberikan obat-obatan dan vitamin,” lanjut Ilham Agung.
Ilham menjelaskan, bahwa pihaknya selalu melakukan kontrol kesehatan terhadap WBP maupun petugas Lapas secara rutin. Kendati demikan, Ilham juga mengaku bahwa dua pekan yang lalu anggotanya yang merupakan petugas Lapas terkonfirmasi positif Covid-19. “Dua Minggu lalu anggota saya ada lima orang yang positif. Tapi saat ini telah negatif dan sudah kembali bertugas,” jelas Ilham Agung.
Terlepas dari nihilnya kasus positif Covid-19 terhadap WBP di Lapas Kelas II A Samarinda, Ilham membeberkan bahwa hal tersebut terjadi lantaran diterapkannya Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat seperti pembatasan kunjungan dan diganti menjadi panggilan telepon video (Video Call), kiriman makanan yang kemasannya diganti sebelum diterima WBP, serta ketika ada kunjungan tamu dinas, kita fasilitasi dengan cek suhu, dan pergantian masker.
“Prokes tetap kita jalankan. Alhamdulillah dengan sistem itu hingga hari ini, WBP kami nihil untuk kasus positif Covid-19,” tutup Ilham Agung.(Iswanto)

Tidak ada komentar