
JAMBI – Usai penyampaian tuntutan aksi Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jambi saat unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Jambi pada Kamis (24/3/2022), pihak KAMMI Jambi dan Ketua DPRD Provinsi Jambi melangsungkan dialog.
Dalam diskusi tersebut ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto sempat menyangkutpautkan mahalnya harga minyak goreng dengan konflik Rusia Ukraina.
“Konflik Ukraina turut mempengaruhi naiknya harga minyak goreng jadi hal ini turut berdampak pada pada harga yang melambung” ujar Edi.
Selain itu Edi Purwanto juga menyebut masyarakat yang banyak menimbun minyak goreng yang menyebabkan harga tinggi.
“Banyak juga masyarakat yang menimbun minyak goreng sehingga ini mempengaruhi kelangkaan dan harga,” ungkap nya.
Mendengar pernyataan tersebut ketua PW KAMMI JAMBI, Nurhasan Dani mengingatkan ketua DPRD Provinsi Jambi tidak asal ngomong terkait polemik minyak goreng.
“Menyangkut pernyataan ketua DPRD barusan yang menyebut konflik Rusia Ukraina turut mempengaruhi harga migor itu asal ngomong , karena tidak ada kaitannya secara langsung konflik kedua negara tersebut dengan minyak goreng” tegasnya .
Dani juga menyoroti pernyataan ketua DPRD Provinsi Jambi tersebut terkait masyarakat yang menimbun minyak goreng.
” Terlalu berlebihan kalau masyarakat yang hanya menyimpang beberapa liter minyak goreng di sebut menimbun , istilah menyetok lebih tepat beda dengan para mafia minyak goreng yang memiki jumlah ton-an,” tegasnya. (ASS)

Tidak ada komentar