Mentan Amran Masuk DEN, Pertanian Disiapkan Jadi Pilar Energi Hijau Nasional

2 menit membaca
Redaksi SN
Nasional - 29 Jan 2026


Jakarta, Serikatnasional.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN) berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 134P Tahun 2026 dan Keppres Nomor 6P Tahun 2026. Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Rabu (28/1/2026).


Usai pengambilan sumpah jabatan, Amran menegaskan kesiapan sektor pertanian untuk berperan lebih besar dalam mendukung ketahanan energi sekaligus transisi menuju energi bersih. Ia menilai, Indonesia memiliki modal kuat sebagai negara agraris untuk mengembangkan energi terbarukan berbasis bahan baku pertanian.


Menurutnya, komoditas seperti singkong, kelapa sawit (CPO), tebu, dan tanaman lainnya memiliki potensi besar sebagai sumber energi hijau. Selama ini, sawit dan tebu sudah lebih dulu dimanfaatkan sebagai bahan baku biofuel nasional.


“Ke depan, kita akan lebih optimalkan energi hijau dari pertanian. Potensinya luar biasa, mulai dari singkong, sawit, tebu, hingga komoditas lain,” ujar Amran.


Ia menyebut singkong akan menjadi fokus pengembangan berikutnya setelah sawit dan tebu. Tanaman tersebut dinilai memiliki prospek besar sebagai sumber energi alternatif yang bisa memperkuat kemandirian energi nasional.


Dorong Mandatori Biodiesel

Amran juga menyoroti penguatan kebijakan mandatori biodiesel yang terus digenjot pemerintah. Implementasi B50 menjadi salah satu strategi utama untuk menekan ketergantungan impor solar.


“Berdasarkan koordinasi yang ada, tahun ini kita masuk B50. Insya Allah, impor solar bisa ditekan, bahkan tidak ada lagi,” katanya.


Sinergi Pertanian dan Energi
Masuknya Mentan ke dalam struktur DEN diharapkan memperkuat kolaborasi antara sektor pertanian dan energi dalam perumusan kebijakan jangka panjang. Pemerintah menargetkan hilirisasi komoditas energi serta perluasan budi daya tanaman penghasil biofuel.


Program tersebut akan terintegrasi dari hulu hingga hilir guna meningkatkan efisiensi produksi, nilai tambah bagi petani, serta daya saing industri energi terbarukan dalam negeri.


Menuju Kedaulatan Energi


Pengembangan energi berbasis komoditas pertanian dinilai bukan hanya memperkuat bauran energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di pedesaan. Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan kedaulatan energi sekaligus pembangunan hijau yang berkelanjutan di Indonesia.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *