Sumenep Bidik Energi Baru Terbarukan, Bappeda Libatkan BRIN dan Akademisi

2 menit membaca
Redaksi SN
Pemerintahan - 13 Mar 2026


Sumenep, Serikatnasional.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai menyiapkan langkah strategis menuju transisi energi bersih dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta kalangan akademisi.


Koordinasi tersebut berlangsung di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep pada Kamis, 22 Januari 2026, sebagai upaya memperkuat arah pembangunan daerah lima tahun ke depan yang berbasis keberlanjutan.


Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa isu energi saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan pembangunan serta ketahanan ekonomi daerah.

Menurutnya, transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) merupakan langkah yang tidak terhindarkan sehingga perlu dipersiapkan secara serius melalui kebijakan yang terencana dan berbasis riset.


“Dalam konteks ini peran BRIN sangat strategis, terutama dalam penyediaan basis data, kajian ilmiah, serta pengembangan teknologi tepat guna yang sesuai dengan potensi lokal daerah,” ujarnya.


Arif menegaskan, Bappeda Sumenep berkomitmen menjadikan pengembangan EBT sebagai bagian penting dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, mulai dari RPJPD, RPJMD hingga RKPD.


Menurutnya, Kabupaten Sumenep memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, seperti tenaga surya, biomassa, biogas, hingga energi berbasis kearifan lokal. Namun potensi tersebut membutuhkan dukungan riset dan inovasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ia berharap kolaborasi dengan BRIN mampu menjembatani antara kajian ilmiah dan implementasi kebijakan di daerah sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata.


“Melalui forum ini kami berharap terbangun kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah serta lahir rekomendasi kebijakan energi terbarukan yang realistis dan sesuai karakteristik wilayah Sumenep,” jelasnya.


Selain itu, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya model pengembangan energi terbarukan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas.


“Kemandirian energi daerah akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” tuturnya.


Bappeda Sumenep juga menyampaikan apresiasi atas komitmen dan pendampingan BRIN dalam penguatan kebijakan energi daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, BRIN, dan akademisi diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan sebagai bagian penting dari arah pembangunan Sumenep ke depan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *