
Sumenep, Serikatnasional.id – Menghadapi cuaca ekstrem disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah Kabupaten Sumenep bergerak cepat melakukan langkah antisipatif. Tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Disperkimhub, dan ULP PLN Sumenep menggelar pemangkasan pohon secara masif di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kampung Arab, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, Senin (2/2/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi dini untuk mencegah potensi pohon tumbang, kecelakaan lalu lintas, hingga gangguan jaringan listrik di kawasan pusat kota yang dikenal memiliki mobilitas tinggi.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sumenep, RB. Moh. Hasinuddin Firdaus, menegaskan bahwa kondisi cuaca menjadi alasan utama kegiatan tersebut dipercepat.
“Saat ini cuaca sangat ekstrem, angin kencang cukup berbahaya. Pemangkasan ini kami lakukan untuk mencegah risiko pohon patah atau tumbang yang bisa mengancam keselamatan masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, sejumlah pohon di ruas Jalan Ahmad Yani memiliki tajuk yang rimbun, dengan cabang menjulur ke badan jalan dan mendekati fasilitas vital.
“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi insiden. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kejadian,” tegasnya.
Hasinuddin juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu.“Ini bentuk kehadiran pemerintah di lapangan. Sinergi DLH, Disperkimhub, dan PLN kami bangun demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Secara terpisah, Kepala ULP PLN Sumenep, Pangky Yonkynata Ardiyansyah, menyatakan bahwa cuaca ekstrem berpotensi besar mengganggu jaringan kelistrikan jika tidak diantisipasi sejak awal.
“Dahan pohon yang tersapu angin kencang bisa mengenai jaringan listrik dan menyebabkan gangguan hingga pemadaman. Karena itu, pemangkasan ini sangat penting,” jelasnya.
PLN, lanjut Pangky, berkomitmen penuh mendukung langkah preventif pemerintah daerah.“Keselamatan masyarakat dan keandalan pasokan listrik adalah prioritas kami. Kolaborasi ini langkah strategis untuk meminimalisasi risiko di tengah cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Pantauan di lokasi, pemangkasan dilakukan menggunakan armada truk operasional dan peralatan khusus dengan pengamanan ketat. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman, tertib, dan responsif terhadap ancaman cuaca ekstrem.

Tidak ada komentar