Komisi IV DPR RI Tekankan Hilirisasi Riset Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan

3 menit membaca
Redaksi SN
Nasional - 24 Jan 2026

Bogor, Serikatnasional.id – Penguatan riset dan modernisasi pertanian kembali menjadi sorotan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menilai inovasi teknologi pertanian harus benar-benar menjawab kebutuhan petani dan dapat diterapkan secara luas di lapangan.

Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja spesifik ke Kantor Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Titiek melihat langsung berbagai hasil inovasi yang telah dikembangkan Kementerian Pertanian.

“Kami sangat surprise di sini (BRMP) sudah berhasil untuk menemukan bibit-bibit unggul untuk padi, kemudian kedelai, bawang putih, buah-buahan, bahkan ayam kampung yang bisa menghasilkan telur sepanjang tahun, bisa 250 butir,” kata Titiek Soeharto seperti dikutip laman resmi Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Menurutnya, capaian riset tidak boleh berhenti di laboratorium semata. Ia menegaskan pentingnya distribusi hasil penelitian agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani di seluruh daerah.

“Ini perlu dikembangkan, tidak hanya berhenti di penelitian, tidak berhenti di lab, tetapi disebarluaskan ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Titiek juga mendorong agar produk hasil riset BRMP diintegrasikan dalam berbagai program bantuan pertanian. Dengan begitu, program pemerintah tidak hanya membantu petani secara langsung, tetapi sekaligus memperkenalkan teknologi hasil karya peneliti dalam negeri.

“Kami berharap Kementan menggunakan produk-produk hasil daripada penelitian peneliti-peneliti yang ada di balai ini. Supaya tadi untuk bantuan-bantuan dari program-program bisa sekalian memperkenalkan dari hasil penelitian yang ada di sini. Bisa disebarluaskan ke masyarakat dan bisa bermanfaat,” harapnya.

Ia turut memberikan apresiasi terhadap para peneliti yang dinilai tetap produktif menghasilkan inovasi meski menghadapi berbagai keterbatasan. Komisi IV DPR RI, lanjutnya, berkomitmen mendorong dukungan anggaran riset pertanian.

“Kami tetap salut dengan semangat para peneliti di sini yang tetap berjuang untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang unggul-unggul. Kami dari Komisi IV mendorong daripada peningkatan anggaran penelitian dan pengembangan produk pertanian,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BRMP Fadjry Djufry menyambut baik dukungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa BRMP kini menitikberatkan kegiatan pada perakitan teknologi, perekayasaan, serta pengujian inovasi pertanian sebelum diterapkan secara luas.

“Alhamdulillah, tahun ini riset kembali bisa dilakukan melalui perekayasaan dan pengujian. Pak Menteri Amran juga terus memperjuangkan anggaran, dan kami akan memperkuat inovasi dan modernisasi pertanian untuk swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Fadjry.

Fadjry menambahkan, pengembangan pertanian tidak hanya difokuskan pada komoditas utama seperti padi dan jagung, tetapi juga kedelai, bawang putih, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan, termasuk ayam.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern dan berbasis teknologi.

“Kami ingin produk itu lahir dari tangan-tangan anak bangsa, saatnya kita berdiri di atas kaki sendiri dalam kemandirian teknologi pertanian,” tegas Mentan Amran.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, Komisi IV DPR RI, dan para peneliti dinilai menjadi kunci penguatan fondasi pertanian nasional. Dukungan kebijakan, anggaran, serta pemanfaatan hasil riset secara luas diharapkan mampu mempercepat transformasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah Indonesia.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *