Mamasa-SerikatNasional.id | Satu unit rumah warga di Kab. Mamasa ludes terbakar, pristiwa naas tersebut pada tanggal 11 Oktober 2021, di dusun Kayu Mea, desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, Kab. Mamasa, Sulawesi Barat. Kejadian ini di akibatkan arus pendek atau korsleting arus listrik
Secara langsung, Kepala Sekolah SMK Mitra Bangsa mendatangi rumah korban kebakaran. Prihal tersebut, salah satu wujud solidaritas antar sesama SMK Mitra Bangsa, bergerak untuk membantu korban kebakaran yang menimpa salah satu rumah warga di Kayu Mea.
“Langkah ini merupakan inisiatif dari sekolah sebagai upaya meringankan beban yang sedang di rasakan oleh korban bencana kebakaran,” kata Kepsek Aris S.T.,M.M.
“Semua korban kebakaran yang terdampak bisa terus dikuatkan dan tentunya semoga segera pulih dan terealisasi segala yang di butuhkan untuk membangun kembali rumah kediaman,” harapnya.
Sementara itu salah satu guru SMK Mitra Bangsa Nelce menyampaikan bahwa, ini aksi pertama kali yang di jalankan SMK Mitra Bangsa setelah pandemi Covid-19, kebetulan anak pertama korban juga pernah bersekolah di Mitra Bangsa, jadi kami memutuskan untuk membentuk tim aksi kemanusiaan. Ada 3 Tim yang di bentuk, Tim 1 di kordinir oley Ayub, Tim 2 di kordinir Amos dan Tim 3 di kordinir oleh Joel.
“Tugas Tim 1adalah, door to door di Sibanawa tepatnya di poros Jln. Mamasa-Polewali, Tim 2 di sekitar Sibanawa 2 atau poros Sibanawa – Miallo, sedangkan Tim 3 di mulai dari Pappanga-Miallo. Banyak masyarakat yang memberikan uluran tangannya apalagi di sekitar Pappanga sampai Miallo yang terbilang sudah memasuki kab.Tana Toraja,” ungkap Nelce dalam rilis yang diterima media, Sabtu (16/10/2021).
Lanjutnya, siswa-siswi juga sangat antusias ikut handle dan turun tangan dalam aksi tersebut, karena ini adalah aksi pertama mereka setelah pandemi, dan saya sebagai penanggung jawab tim, mereka sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat Sibanawa sampai Miallo yang turut berpartisipasi untuk keluarga korban kebakaran di Kayumea. Foto-foto atau dokumentasi yg di ambil kebanyakan dari Pappanga sampai Miallo.
Diketahui, Kisah pilu dialami Saldi (41), warga Dusun Kayumea, Desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (11/20/2021) petang kemarin.
Saldi dan keluarganya harus kehilangan tempat tinggal, setelah rumahnya dilalap sijago merah. Saat itu, Saldi baru saja tiba dari Toraja, Sulawesi Selatan, bersama satu anaknya.
Kepada wartawan, Saldi mengaku, saat api mulai menyala, ia sedang ke luar membeli pulsa. Beberapa saat kemudian, ia kembali dan mendapati rumahnya sudah terbakar.(Robert Dacing)


Tidak ada komentar