Ditipu Saat Sosialisasi, Warga Arenan Sepakat Tolak Tambang

2 menit membaca
Redaksi SN

 

PURBALINGGA – Warga Arenan Kabupaten Purbalingga merasa heran dengan sosialisasi yang diadakan oleh CV. Tambang Mulia pada 26 Febuari 2022. 

Awalnya warga diminta menghadiri sosialisasi “Normalisasi Sungai Gintung”, namun saat menghadiri sosialisasi tersebut pemaparan dari CV. Tambang Mulia ternyata menyoal penambangan yang akan dilakukan menggunakan alat berat. Keterangan ini disampaikan secara tertulis oleh Amid Toha Putra salah, satu penolak tambang di desa Arenan.

Amid Toha Putra mengutip salah satu warga desa penolak tambang, Samingun yang menyatakan dirinya menolak penambangan menggunakan alat berat. Menurut Samingun “ketika memang tujuan Pemerintah Desa (Pemdes) adalah mengembalikan jalur sungai seharusnya bisa dilakukan dengan cara manual, bisa menggunakan Bronjong batu untuk mengembalikan alur sungai. 

Ketika proses penambangan yang di balut dengan normalisasi sungai ini dilakukan dengan alat berat kami atas nama masyarakat desa arenan dengan tegas menolak,” ungkap penolakan Samingun terhadap penambangan yang akan dilakukan.

Diungkapkan oleh Amid Toha Putra “Pada 18 Maret 2022, masyarakat penolak tambang melakukan konsolidasi dengan simpul-simpul masyarakat dari beberapa wilayah, yakni wilayah Kadus 1, Kadus 2, Kadus 3, Kadus 4 dan Kadus 5 dan dihadiri juga oleh Adi Yuwono selaku wakil ketua DPRD Kabupaten Purbalingga sekaligus fasilitator masyarakat dalam memecahkan permasalahan ini.”

Menurutnya Adi Yuwono menyampaikan pada kesempatan tersebut dukungan-nya terhadap penolakan tambang warga dengan alasan kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkan. 

“Seharusnya kita sebagai pribumi desa Arenan bisa mempertahankan kelestarian alam desa kita sendiri, jangan mau di jajah oleh siapapun dan dengan dalih apapun, ketika memang masyarakat mayoritas menolak saya siap mengawal masyarakat desa Arenan,” ungkap Adi sebagaimana dikutip Amid Toha Putra.

Pada keterangan tertulisnya juga Amid Toha Putra menyampaikan harapannya agara warga penolak tambang mempertahankan kekompakan untuk menjaga lingkungan tetap asri. 

“Kita sebagai generasi muda sangat mengharapkan kekompakan dari masyarakat sendiri, karena hal ini juga akan berpengaruh terhadap keasrian desa yang kami pertahankan untuk anak cucu kami nanti,” ungkapnya pada Minggu 20 Maret 2022.

Dirinya pun mengomentari konsolidasi yang baru-baru ini dilaksanakan terkait penolakan warga terhadap tambang di desa Arenan tersebut. 

“Adanya konsolidasi ini sebagai sikap masyarakat dari beberapa perwakilan wilayah tersebut, menyatakan menolak akan adanya penambangan galian c dengan menggunakan alat berat di desa Arenan,” tutup Amid Toha Putra. (Fitrah)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *