Oplus_131072Sumenep, Serikatnasional.id – Capaian produktivitas padi di lahan kering Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, menjadi sinyal kuat bahwa optimalisasi lahan non-sawah mampu menopang agenda swasembada pangan nasional. Kelompok Tani Bintang Sampurna, Dusun Madek, mencatat hasil ubinan dengan estimasi produktivitas mencapai 10 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
Data lapangan menunjukkan 1.005 rumpun dalam petak ubinan, rata-rata 24 anakan per rumpun dengan 17 anakan produktif. Tinggi tanaman mencapai rata-rata 90 sentimeter dan berat gabah ubinan tercatat 6,3 kilogram GKP. Angka tersebut menjadi dasar konversi produktivitas yang dinilai melampaui rata-rata lahan kering pada umumnya.
Dewo Ringgih, Katimker (Ketua Tim Kerja) Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI wilayah kerja Kabupaten Sumenep, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil penerapan teknologi budidaya yang disiplin, terukur, dan dikawal secara berkelanjutan.
“Ubinan adalah instrumen objektif. Ketika angka menunjukkan 10 ton GKP per hektare, itu artinya sistem budidaya berjalan sesuai standar teknis. Ini bukti bahwa lahan kering pun mampu berkontribusi signifikan terhadap produksi pangan,” tegasnya dalam arahannya.
Bahkan, Katimker menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan strategi sekaligus terobosan luar biasa yang lahir dari kerja nyata para koordinator penyuluh di lapangan bersama para petani.
“Alhamdulillah, ini kolaborasi yang sangat solid. Penyuluh Karduluk, Zulkarnain, bersama Koordinator Penyuluh Kurniawan yang saat ini bertugas, serta Nur Hasan selaku koordinator sebelumnya di BPP Pragaan, menunjukkan sinergi yang patut diapresiasi. Ini bukti bahwa kerja tim yang kompak mampu melahirkan hasil nyata,” ungkap Katimker.
Senada dengan yang disampaikan Katimker, Koordinator Penyuluh BPP Pragaan, Kurniawan Adi Warsa, menyebut panen ini bukan sekadar seremoni, melainkan pembuktian berbasis data.
“Keberhasilan ini menjadi pionir untuk ditiru dan dikembangkan di Desa Karduluk, khususnya di tengah dominasi lahan kering. Dengan disiplin budidaya dan pendampingan intensif, produktivitas tinggi bukan hal yang mustahil,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan panen tersebut turut dihadiri aparat desa dan Gapoktan Karduluk sebagai bentuk dukungan kelembagaan petani.
Keberhasilan ini juga tak lepas dari peran aktif Zulkarnain, S.P, selaku PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Karduluk dan koordinator penyuluh BPP Pragaan (Nur Hasan) yang secara konsisten melakukan pendampingan teknis di tingkat petani.
Atas capaian tersebut, PPL Karduluk Zulkarnain optimis sedikitnya lima kelompok tani lainnya telah menyatakan kesiapan untuk menanam padi di lahan kering.
Dengan capaian ini, Karduluk tidak hanya memanen gabah, tetapi juga memanen optimisme—bahwa transformasi lahan kering menjadi lumbung produktif adalah langkah nyata memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.

Tidak ada komentar