
Yogyakarta, Serikatnasional.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago melakukan inspeksi langsung ke sejumlah simpul transportasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (4/3/2026).
Dua lokasi strategis yang dikunjungi yakni Yogyakarta International Airport dan Stasiun Tugu Yogyakarta. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan arus mudik dan arus balik Lebaran berjalan aman, tertib, serta minim gangguan.
Dalam arahannya, Menko Polkam menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, khususnya pada momentum mudik yang identik dengan lonjakan penumpang.
“Petugas pelayanan publik memang dituntut siaga penuh. Jangan sampai ada celah informasi, terutama jika terjadi keterlambatan penerbangan atau gangguan operasional,” ujarnya pada wartawan.
Ia mengingatkan pentingnya koordinasi intensif antara pengelola bandara dan maskapai penerbangan. Jika terjadi penundaan jadwal, masyarakat harus segera mendapat kepastian informasi agar tidak terjadi kepanikan atau penumpukan penumpang.
Tak hanya di bandara, perhatian serupa juga diberikan kepada sektor perkeretaapian. Di Stasiun Tugu Yogyakarta, Menko Polkam mengingatkan pentingnya manajemen pembagian tugas agar petugas tidak mengalami kelelahan yang berpotensi menimbulkan kelalaian.
“Kelengahan kecil bisa berdampak besar. Karena itu pengaturan jadwal dan kesiapan personel harus diperhitungkan dengan matang,” tegasnya.
Ia juga meminta PT Kereta Api Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri guna menjamin kelancaran operasional selama masa angkutan Lebaran.
Sementara itu, Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, menyebut potensi pergerakan pemudik menuju Yogyakarta diperkirakan mencapai jutaan orang. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan langkah antisipatif guna mengurai kepadatan.
Dari sisi bandara, General Manager Yogyakarta International Airport, Ruly Artha, mengungkapkan pihaknya menyiapkan posko terpadu yang mulai beroperasi 11 Maret dengan melibatkan ratusan personel. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 13 Maret.Adapun dari pihak KAI, Direktur Operasi Awan H.
Purwadinata menyampaikan bahwa lonjakan signifikan justru diperkirakan terjadi saat arus balik. Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk pengawasan di titik perlintasan serta koordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kemenko Polkam sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan pengamanan dan pelayanan publik selama periode Lebaran.***

Tidak ada komentar