Peringati HANI 2026, BIP Salurkan Bantuan Rp2 Miliar untuk Program Peternakan 10.000 Ayam di Lapas Pamekasan

3 menit membaca
Redaksi SN
News - 21 Jun 2026

PAMEKASAN, Serikatnasional.id – Dalam rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, upaya memulihkan masa depan warga binaan kembali diperkuat melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Bani Insan Peduli (BIP), dan Lapas Kelas IIA Pamekasan.

Ketiga pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) program pembinaan berbasis pemberdayaan ekonomi dan penguatan mental warga binaan, yang dirangkai dengan penyerahan bantuan senilai Rp2 miliar di Aula Lapas Kelas IIA Pamekasan, Sabtu (20/6/2026).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Bani Insan Peduli (BIP), H. Ali Zainal Abidin Sabibi, kepada pihak Lapas Kelas IIA Pamekasan.

Program tersebut difokuskan pada pengembangan keterampilan ekonomi produktif melalui peternakan terpadu. Dalam pelaksanaannya, warga binaan akan dibekali kemampuan beternak ayam petelur dengan kapasitas hingga 10.000 ekor sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

H. Ali Zainal Abidin Sabibi menegaskan, bantuan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, melainkan investasi masa depan bagi warga binaan.

“Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian. Kami ingin kolaborasi ini melahirkan harapan baru bagi warga binaan. Mereka dibina agar memiliki keterampilan dan peluang hidup yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan kemandirian di lembaga pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara lapas, pemerintah daerah, dunia usaha, UMKM, hingga berbagai lembaga pelatihan agar program yang dijalankan benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Intinya, bantuan kepada warga binaan saat ini bukan sekadar memberi barang, tetapi memberi masa depan. Jika program seperti ini berjalan konsisten, dampaknya sangat besar, mulai dari menurunnya angka residivis hingga meningkatnya kepercayaan masyarakat. Warga binaan pulang membawa keterampilan, bukan stigma,” tambahnya.

Selain program ekonomi produktif, BIP juga menyalurkan ribuan mushaf Al-Qur’an, bantuan sembako, serta santunan sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan penguatan mental warga binaan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, Sugeng, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BIP dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

“Kami sangat bahagia dengan kepedulian BIP dan Pemkab Pamekasan. Ini menjadi langkah awal agar pembinaan narapidana di Pamekasan lebih terarah karena telah dikolaborasikan dengan pihak ketiga,” katanya.

Sugeng menjelaskan, program peternakan terpadu tersebut sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu fokus Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Ini merupakan salah satu dari 15 aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kakanwil merespons sangat baik. Selanjutnya, tim teknis dari Lapas dan BIP akan menindaklanjuti konsep yang akan dilaksanakan ke depan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program pembinaan tersebut.

“Yang terpenting adalah menguatkan mental mereka. Dengan keterampilan dan dukungan moral yang baik, mereka bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan produktif,” ungkapnya.

Ke depan, kerja sama antara Lapas Kelas IIA Pamekasan, Pemkab Pamekasan, dan BIP akan dievaluasi secara berkala. Program peternakan terpadu tersebut diharapkan menjadi model pembinaan berkelanjutan yang mampu menekan angka residivisme sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga binaan setelah bebas dari masa hukuman. (*)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *