Bupati Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Dapur MBG, Farid GAKI Siap Suplai Data Dugaan Pelanggaran

2 menit membaca
Redaksi SN
News - 05 Mar 2026

Sumenep, Serikatnasional.id — Achmad Fauzi Wongsojudo selaku Bupati Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

Saat berada di Kecamatan Guluk-guluk, Bupati menyampaikan imbauan kepada seluruh pengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar benar-benar memperhatikan kualitas makanan yang disajikan kepada anak-anak penerima manfaat.

“Saya ingin mengimbau khususnya kepada seluruh pemilik dapur MBG agar makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar diperhatikan secara serius dan sesuai dengan aturan yang sudah disampaikan dalam program MBG,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah dapur MBG untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Dalam waktu dekat saya akan keliling ke beberapa dapur. Jika ada dapur yang tidak sesuai aturan dan informasinya masuk kepada kami, maka kami tidak segan-segan merekomendasikan agar dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional di pusat,” tegasnya.

Langkah pengawasan tersebut dilakukan menyusul munculnya sejumlah laporan terkait dugaan penyajian makanan yang tidak sesuai standar, seperti menu yang diduga tidak layak konsumsi.

Sikap tegas Bupati Sumenep tersebut mendapat dukungan dari Ketua Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI) Ach Farid AzzIyadi.

Farid menyatakan pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam mengawasi program MBG, yang merupakan program prioritas nasional dari Prabowo Subianto.

“Kami mendukung penuh langkah tegas Bapak Bupati Sumenep dalam mengawasi program MBG. Pengawasan ini penting agar program unggulan Presiden benar-benar berjalan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, GAKI siap membantu pemerintah daerah dengan menyuplai data dugaan pelanggaran yang terjadi di sejumlah dapur MBG.Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya berencana melaporkan beberapa SPPG di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumenep kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Beberapa kecamatan yang menjadi perhatian di antaranya Guluk-Guluk, Ganding, Lenteng, Rubaru, Kota Sumenep, Saronggi, Pragaan, Dungkek, Batuan, Ambunten, Manding, Dasuk, Batuputih, Batang-Batang, Pasongsongan, Talango, dan Bluto.

Dari kecamatan tersebut, GAKI akan mengambil sampling maksimal dua dapur SPPG/MBG yang diduga berulang kali menyajikan menu tidak sesuai standar pemenuhan gizi nasional, termasuk dugaan pengurangan jatah makanan maupun indikasi penyimpangan lainnya.

Farid berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat memastikan program MBG berjalan sesuai aturan serta memberikan manfaat nyata bagi anak-anak penerima manfaat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *