Hasil Survey Cakra Nusantara: Tingkat kepuasan Masyarakat Terhadap Bansos Jatim rendah

2 menit membaca
Redaksi SN

Surabaya-Lembaga Riset Cakra Nusantara merilis hasil survey (31/12) tentang penilaian masyarakat terhadap kinerja Pemerintahan Provinsi Jawa Timur dalam situasi pamdemi covid-19 tahun 2021.

Berdasarkan hasil survey menunjukkan, bahwa dalam bidang penanganan covid-19 lewat bantuan sosial (bansos) di Jawa Timur tingkat kepuasan masyarakat cukup rendah. Sebanyak 420 responden menjawab 33,6 % puas, 37.4 % tidak puas, dan 29 % lainnya tidak jawab. 

Sementara itu, tingkat kepuasan masyarakat di bidang lain cukup tinggi.

Data tertingi kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur ialah di bidang kesehatan 78,3 %, layanan piblik 72,6 %, pendidikan 68,5 %, infrastruktur 67,4 %, ekonomi 66,4 %, dan lingkungan 64,7 %. 

Sementara tingkat kepuasan masyarakat di bidang penyedian lapangan kerja menempati posisi terendah kedua hanya 43,3 %.

Menurut Direktur Cakra Nusantara, Taufiq MS, bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Khofifah Indar Parawansah dan Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak secara keseluruhan cukup tinggi. 

Dari 420 responden yang diajukan pertanyaan tentang bagaimana penilaian responden terhdap kinerja Gubernur Khofifa Indar Parawansah ?. Hasilnya 81,1 % menjawab puas, 14,3 % tidak puas, 4,5 % lainya tidak jawab. 

Sementara penilaian responden terhdap kinerja wakil Gubernur ialah 74,4 % puas, 16, 1 % tidak puas dan 9,4 % tidak jawab.

Koordinator Riset Cakra Nusantra, Khoirul Umam, mengatakan bahwa pekerjaan rumah di Jatim ialah berada di bidang pemberian lapangan kerja yang hanya 43.3 %.

“Menjadi pekerjaan rumah bagi Gubernur Khofifah pada tahun 2022 karena di bidang penyediaan lapangan kerja dan bidang bantuan sosial sangat rendah” jelasnya.

Menurut direktur CN, Taufiq MS, bahwa rendahnya kepuasan masyarakat di bidang lapangan kerja bisa karena faktor situasi pandemi selama tahun 2021. 

“Saya rasa wajar, karena di masa pandemi ini, banyak variabel yang bisa membuat masyarakat kehilangan pekerjaan” ungkap Taufiq.

Survey Cakra Nusantara dilakukan pada bulan November -Desember 2021, menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 420, tingkat akurasi 95% dan margin of error 5%. Responden tersebar 38 Kabupaten Kota di seluruh Provinsi Jawa Timur.(Ir/Tim/Red).

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *