IPARI Sumenep Gelar Bimtek Penyuluh Agama, Fokus Tingkatkan Pemahaman Masalah Kesehatan Mental

2 menit membaca
Redaksi SN
News - 20 Nov 2025

Sumenep, Serikatnasional.id – Masalah kesehatan mental kini menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius di tengah masyarakat modern.Tekanan hidup, dinamika sosial, serta perubahan pola interaksi membuat gangguan seperti depresi, kecemasan, hingga skizofrenia semakin sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.Sebagai langkah responsif, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Sumenep menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para Penyuluh Agama di Aula MAN Sumenep, Kamis (19/11).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 19–20 November 2025, dan diikuti puluhan penyuluh dari berbagai kecamatan.

Sejumlah tokoh dan praktisi kesehatan jiwa hadir sebagai pemateri, antara lain:dr. Utomo, S.P.Kj., M.Kes (Spesialis Jiwa RSUD Sumenep) dr. Laos Susantina (Program Keswa P2KB Dinkes Sumenep)Moh. Ervandi, S.Kep (Pemerhati Kesehatan Jiwa). Ustad Ahmad Hudaifah, S.Sos., M.H. (Peraih Penais Award Bidang Kesmas 2025)

Ketua Pelaksana, Faisol Rimzani, menyampaikan bahwa bimtek ini disusun untuk memperkuat kapasitas penyuluh agar mampu memberikan pendampingan yang tepat kepada masyarakat.

“Bimtek ini kami selenggarakan untuk memaksimalkan peran penyuluh di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam merespon persoalan mental dan kejiwaan yang semakin sering muncul belakangan ini,” kata Faisol.

Menurutnya, Penyuluh Agama selama ini berada di barisan terdepan dalam berinteraksi dengan masyarakat, sehingga penting bagi mereka untuk dapat mengenali tanda-tanda awal gangguan mental.

“Kami ingin penyuluh lebih peka, memahami tanda-tanda awal gangguan mental, dan mampu memberikan pendampingan awal serta edukasi yang tepat,” jelasnya.

Selama kegiatan, peserta menerima materi terkait deteksi dini masalah mental, pendekatan komunikasi yang efektif, hingga langkah rujukan kepada tenaga profesional apabila menemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Faisol menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, penyuluh diharapkan semakin siap menghadapi persoalan sosial dan psikologis yang berkembang di tengah masyarakat modern.

“Harapan kami, melalui bimtek ini masalah kesehatan mental bisa diminimalisir, dan penyuluh mampu memberikan respons yang lebih cepat, tepat, dan humanis,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *