Jadikan Aku Hujan Lebat

1 menit membaca
Redaksi SN

Jadikan aku hujan lebat yang dingin

Akan kugambar kisah dengan muara air

Akan kubuatkan bendungan yang dipenuhi cinta 

Akan kupenuhi jiwamu dengan rintiknya rindu

Ajari aku menjadi hujan

Agar aku bisa membantu mengobati hausmu

Haus akan dentuman rindu

Mengalirkan kesejukan pada tubuhmu yang basah

Ijinkan aku menjadi hujan

Aku ingin memasang musik dengan jatuhnya aku

Membuat alunan kasih pada dinginnya cintamu

Tapi, inilah janjiku padamu

Tidak ada petirpun yang membuatmu benci kepada diriku.

Hujan dan Namamu

Mendengarkan suara yang paling merdu dan ramai

Benak menyapa raut wajah yang nyaris tenggelam

Dalam lautan mimpi sang pengcipta  malam

Melawan hujan, merayukan jejak tanpa nama dunia

Dia ingin  mencoba membaca arah 

Dalam gelap ini, memanggil cahaya 

yang tersembunyi di balik aksara

Berdiri sendiri mencoba mengenal suara kerinduan

Adakah dia di sana masih terpaku menatap kenangan rindu

Kemana kau akan berlari 

Melepas pagi dan mencoba memutar mentari

Apakah kau masih terlelap dan terus bermimpi

Memuja cinta tanpa rasa haus sedunia

Kenangan hujan memanggilmu, 

dan tetap memanggil namamu

Meski luka mencoba menjauhkan 

dirimu dari putaran waktu masa lalu

Bintang di sana masih merindukanmu

Untuk kembali padanya, 

tanpa menghapus rintikan  hujan di wajahmu.

Karya: Romanus Kabit

(Mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng Prodi PBSI)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *