KH. Ahmad Noer Kholid: Dengan Dzikir Mampu Temtramkan Hati

2 menit membaca
KH. Ahmad Noer Kholid

SUMENEP -Perasaan patah hati, Gelisah, Cemas adalah hal wajar,  namun sebagai muslim jangan terlalu lama memendam rasa yang kurang bermanfaat.

KH. Ahmad Noer Kholid menjelaskan manfaat yang akan di peroleh jika melazimkan Dzikir, adalah pahala yang besar( اجراكثيرا) .

“Apabila Allah ingin menjadikan hambanya sebagai kekasih,maka akan dibuka baginya pintu dzikir (selalu ingat Kepada Allah),” Dawuhnya.

Menurutnya, dzikir merupakan makanan penguat ruh, bahkan Dzikir sebagai api yang membakar (sifat-sifat yang tercela).

“Dengan Berdzikir akan membuat syetan lari terbirit-birit, Bila di ucapkan dengan keras,termasuk juga syetan yang ada di dada kita akan lari,” Dawuh Kiai dua anak itu.

Selain mendapat ridla Allah Arrahman lanjut KH. Ahmad Noer Kholid, Dzikir bisa menerangi hati dan wajah dengan cahaya, memudahkan Rizki, membuat berwibawa, dan bahkan bisa menumbuhkan kedekatkan diri pada pencipta.

“Membuka pintu kedekatan Allah dan terkabulnya doa, meleburkan dosa dosa, mengangkat hijab (tutup)dari yang dihijabi(di tutupi) ini terjadi di kalangan para Auliya sebagai karomah dan para  Sholihin sebgai ma’unah(bantuan Allah) dan juga bisa meniadakan penyesalan dan kerugian di akhirat nanti,” KH. Ahmad Noer Kholid menjelaskan.

Selain menguatkan fungsi anggota tubuh, Dzikir dapat menghilangkan pengaruh nigatif di tubuh yang tumbuh dari makanan syub dan makanan haram

“Ahli dzikir akan merasa bahwa”dzikir lebih lezat dari makanan atau minuman, Ahli dzikir akan hidup walaupun sudah beranda di alam kubur(wafat) ini terjadi bagi para Nabi dan para Wali, intinya adalah orang yang lupa Allah walaupun dia hidup, termasuk orang yang mati” (Ahli dzikir TIDAK termasuk golongan ini),”

“Ahli Dzikir tidak merasa haus ketika mau mati, Aman dari rasa takut Krn tidak kebagian Rizki dari Allah,” ujarnya. (TIM/RED)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *