Komisi IV DPRD Sumenep Soroti Pola Asuh sebagai Penyebab Dominan Stunting

2 menit membaca
Redaksi SN
News - 04 Mar 2026


Sumenep, Serikatnasional.id — Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep menyoroti pola asuh orang tua sebagai faktor dominan penyebab stunting di daerah tersebut. Pernyataan itu disampaikan menyusul data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) yang mencatat sebanyak 1.789 anak atau 3,2 persen mengalami stunting pada awal 2026.


Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Virzannida Busyro, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penelitian bersama Dinkes P2KB, dua dari tiga kasus stunting tidak semata-mata dipicu faktor ekonomi, melainkan kurangnya pendampingan orang tua terhadap tumbuh kembang anak.


“Banyak yang mengira stunting identik dengan kemiskinan. Padahal, di Sumenep sumber protein hewani sangat melimpah, terutama di wilayah kepulauan. Yang sering menjadi persoalan adalah ketelatenan dan pemahaman orang tua,” Ujarnya.


Ia menjelaskan, fenomena orang tua yang merantau dan menitipkan anak kepada keluarga lain turut memengaruhi kualitas pengasuhan. Selain itu, masih ada orang tua yang belum memahami pentingnya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) secara tepat dan seimbang.

Menurutnya, pengaruh gaya hidup modern juga menjadi tantangan tersendiri. Kurangnya interaksi dan pengawasan terhadap asupan gizi anak berpotensi memperburuk kondisi pertumbuhan balita.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanganan stunting tetap membutuhkan pendekatan komprehensif. Selain edukasi pola asuh, pemerintah daerah juga harus memastikan intervensi gizi, penguatan layanan kesehatan, serta optimal peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setiap kecamatan.


Komisi IV, lanjutnya, akan terus mendorong agar program penanganan stunting tetap menjadi perhatian serius, meskipun terjadi penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.


“Masalah stunting ini tidak bisa ditunda. Harus ada komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan orang tua agar generasi Sumenep tumbuh sehat dan berkualitas,” tegasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *