KPK Nusantara Sampang, Kecam keras Oknum LSM – YouTuber – Wartawan, Bertindak Arogansi

3 menit membaca
Redaksi SN
Berita Terkini - 13 Jan 2022

 

SAMPANG – Bapak Muhlis, selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat-Komunitas Pemantau Korupsi Nusantara (LSM-KPK Nusantara) DPC Sampang, membuat pernyataan bahwa dirinya akan mengecam keras para Oknum yang menjual harga diri lembaga.

Kita boleh membantu siapapun, mari kita tunjukkan jiwa sosial kita, dan bantu Masyarakat yang betul-betul membutuhkan, karena kita adalah dan dari Masyarakat, untuk Masyarakat, oleh Masyarakat.

Namun, sebelum kita melangkah jauh dan mendalami keluhannya, alangkah baiknya bila kita terlebih dahulu mengetahui jalur peristiwanya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Muhlis, Ketua LSM-KPK Nusantara, saat ditemui di kediamannya.

 Pasalnya, Sempat beredar di media sosial (medsos) oknum LSM, YouTuber, dan Wartawan beradu argumentasi dengan meteri tidak jelas, bersama pihak kepolisian, perangkat desa PJ. Kades dan masyarakat setempat.

Dari beberapa sumber terpercaya yang berhasil dirangkum oleh media Radar x, bahwa Mereka memasuki ruang rapat (Musdes) yang sedang berlangsung dengan tanpa adanya memberitahukan atau menyampaikan surat keterangan resmi dari lembaga tersebut dengan isi Audensi, jika tujuannya untuk Audensi agar tidak terjadi kesalahfahaman. Rabu 12/01/2022

Selian itu, dalam video yang sengaja diedarkan oleh YouTuber, mempertanyakan keaktifan PJ. Kades, sedangkan acara yang sedang berlangsung merupakan penyerahan SPJ.

Bahkan dari hasil rekaman video yang beredar, dengan tidak beretika oknum tersebut berani menunjukkan jari tangannya ke wajah para peserta rapat.

Namun…! Menurut salah satu aktivis yang hadir ke lokasi, dirinya diajak oleh seseorang dari desa setempat.

“Saya diajak mas…! Sebenarnya saya tidak tau, kalau ada sesuatu dibalik ini,” ucap salah satu aktifis yang diajak ke lokasi oleh oknum, dengan bisik kecil.

“Saya malu sekali mas…! kalau sudah terjadi seperti ini, tapi kesaya katanya hanya liputan, g ada yang hal-hal yang lain,” lanjutnya.

Akibat dari peristiwa yang terjadi di Balai Desa Tobai Barat Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur itu. akibatnya Integritas Aktivis disampang mulai dipertanyakan dan diragukan.

Seperti yang telah diberitakan di dua media, bahwa PJ. Kades tidak aktif sehingga banyak Masyarakat kecewa red.

Menanggapi hal tersebut, Syamsul Arifin salah satu perangkat desa Tobai Barat Kecamatan Sokobanah Sampang, angkat bicara bahwa selama ini pelayanan pada publik berjalan normal, kegiatan lancar, hingga sampai saat ini belum ada Masyarakat mengeluh. 

Pihaknya mengatakan bahwa semua perangkat yang ada didesa semua difungsikan sesuai fungsi dan jabatannya.

“Untuk apa dengan adanya perangkat desa, kalau setiap keperluan harus bertemu langsung dengan PJ. Kades,” tutur Syamsul Arifin saat dikonfirmasi oleh media ini. Rabu malam, 12/01/2022

“Disamping itu..! Jika memang ada Masyarakat yang belum faham, kami selalu memberikan arahan dan bimbingan, agar tidak menimbulkan fitnah,” tutupnya. (M2N)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *