LTT 2025 Lampaui Target, DKPP Sumenep Bidik 36.500 Hektare pada 2026

2 menit membaca
Redaksi SN
News - 07 Feb 2026

Sumenep, Serikatnasional.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mencatat capaian signifikan dalam program Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2025. Realisasi tanam berhasil melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengungkapkan bahwa dari target awal seluas 25.000 hektare, realisasi LTT mencapai sekitar 36.000 hektare. Capaian tersebut dinilai sebagai indikator positif penguatan sektor pertanian di Kabupaten Sumenep.

“Target 2025 sebesar 25.000 hektare, alhamdulillah terealisasi hingga kurang lebih 36.000 hektare. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Chainur. (7 Januari 2026).

Atas capaian tersebut, Pemkab Sumenep menaikkan target LTT tahun 2026 menjadi 36.500 hektare. Peningkatan ini sejalan dengan fokus pemerintah daerah dalam mengoptimalkan produksi pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan.

Menurut Chainur, perluasan areal tanam tidak hanya difokuskan pada tanaman pangan, tetapi juga menyasar subsektor perkebunan. Pemerintah pusat saat ini mendorong pengembangan lima komoditas strategis nasional, yakni kopi, kakao, tebu, kelapa, dan jambu mente. Untuk Kabupaten Sumenep, program yang dikucurkan mencakup peremajaan dan pengembangan komoditas kelapa serta jambu mente.

“Dengan peningkatan luasan tanam, produktivitas tentu harus ikut naik. Kami menargetkan hasil gabah meningkat dari rata-rata 6 ton per hektare menjadi 7 hingga 8 ton per hektare melalui pendampingan intensif dan penerapan teknologi pertanian,” jelasnya.

DKPP juga memperkuat aspek sumber daya manusia sebagai kunci peningkatan produktivitas. Peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dilakukan melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan, sementara petani didorong menerapkan pola tanam dan budidaya sesuai kaidah pertanian yang baik.

Selain itu, pemanfaatan teknologi pertanian modern mulai diintensifkan, termasuk penggunaan drone untuk mendukung efisiensi pemupukan, penyemprotan, serta pemantauan lahan.

Menutup keterangannya, Chainur mengajak petani memanfaatkan momentum musim penghujan dengan mengoptimalkan lahan untuk ditanami komoditas pangan utama seperti padi dan jagung. Ia juga meminta penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan berkelanjutan agar peningkatan produktivitas berdampak langsung pada kenaikan pendapatan petani serta penguatan ketahanan pangan daerah.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *