Menderita Kanker Payudara, Sutiyyah Masyarakat Pesisir Hanya Bisa Berbaring Pasrah

2 menit membaca
Redaksi SN



Sampang — Sutiyyah, warga Dusun Pesisir Timur, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus merenungi penyakit yang diderita hingga menggerogoti payudaranya.



Perempuan berusia 45 tahun ini, pasrah dan menjalani hidupnya dengan ikhlas, lantaran ketiadaan biaya untuk mengobati kanker pada payudara bagian kanannya. Senin (03/01/2022).



Sejauh ini yang dirasakan oleh Sutiyyah hanya lemas, lutut terkadang tidak bisa gerak, hingga dirinya tidak mampu bangun dari tempat tidurnya.



Ibu delapan anak itu selama dua tahun terakhir ini hanya bisa menahan sakit, akibat penyakit kanker payudara yang bersarang ditubuhnya. Namun, karena keterbatasan ekonomi, pihak keluarga tidak dapat berbuat banyak untuk melakukan pengobatan.



Abd Wahid, salah seorang kerabat Sutiyyah mengatakan, bahwa pihak keluarga sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengobatinya. Namun hingga kini, penyakit yang menggerogoti payudara Sutiyyah tak kunjung sembuh.



“Sebenarnya kami ingin membawanya ke rumah sakit, namun karena dana yang tidak mencukupi sehingga kami hanya bisa merawatnya di rumah,” terangnya.




Hingga kini, penyakit kanker yang diderita Sutiyyah semakin mengganas dan mulai menghambat aktifitasnya. Sementara untuk melanjutkan pengobatan dan hanya menopang biaya hidup sehari-hari pun, Sutiyyah mengharapkan uluran tangan para dermawan.



“Sekarang sudah tidak bisa berobat lagi, karena tidak memiliki biaya, jangankan untuk berobat, untuk kebutuhan sehari-hari juga tidak ada,” tuturnya dengan sedih



Lebih jauh Wahid menjelaskan, bahwa hasil pemeriksaan di Puskesmas, Sutiyyah divonis mengidap penyakit kanker payudara dan harus segera dilakukan operasi.



“Pernah berobat ke puskesmas, katanya kanker payudara, jadi harus di operasi. Namun karena kekurangan biya, pihak keluarga tidak berani,”



Dikatakannya, bahwa suami Sutiyyah bernama Hewi (60) bekerja sebagai nelayan dengan pendapatan yang hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari.



“Saat ini hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban dari Allah untuk kesembuhan Sutiyyah. Mau berobat tidak punya uang, untuk makan sehari-hari aja kadang tidak mencukupi. Jadi kita pasrahkan saja kepada Allah,” imbuhnya



Menurutnya, pihak keluarga sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang maupun uluran tangan dari para dermawan yang bersedia untuk membantu biaya pengobatan Sutiyyah.



“Semoga pemerintah dan para Dermawan akan tergugah untuk membantu biaya hidup Sutiyyah, serta bisa membantu biaya pengobatannya ke Rumah Sakit,” Pungkas Wahid

(M2N)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *