Terkikis Perkembangan Zaman, Rumah Panggung Di Kabupaten Dompu Mulai Berkurang

2 menit membaca
Redaksi SN

Dompu (Serikatnasional.id),- Di tengah deru zaman yang terus melaju, budaya dan tradisi mulai terkikis. Demikian pula terhadap peralatan hidup yang diwariskan oleh generasi sebelumnya mulai tergantikan dengan peralatan kehidupan yang berbau modern, tak terkecuali rumah sebagai tempat tinggal. 

Pada masyarakat Kabupaten Dompu, terlebih di masyarakat kecamatan Hu’u, rumah panggung perlahan tapi pasti mulai tergantikan dengan adanya pembangunan rumah tembok atau rumah batu. Masyarakat nampaknya lebih memilih membangun rumah tembok ketimbangan rumah panggung.

Pasalnya untuk membangun rumah panggung membutuhkan biaya yang cukup besar, bahkan hingga ratusan juta. Sementara kayu yang dibutuhkan untuk materialnya juga tidak semudah mendapatkannya seperti di zaman dulu. Di tambah lagi, dibutuhkan keahlian khusus dalam merangkai strukturnya agar menjadi satu rumah yang utuh.

Terlebih rumah panggung, tidak seperti rumah tembok yang bisa dibangun sebagiannya dulu dan bisa langsung ditempati. Bisa langsung ditinggali, sembari menunggu ada material lagi baru bisa dilanjutkan.

Namun eksistensi rumah panggung terlihat mulai terancam keberadaannya. Karena masyarakat lebih menggemari membangun  rumah tembok karena di nilai lebih praktis. Sehingga jika memasuki beberapa wilayah desa di selatan Dompu, rumah panggung kalah banyak dibandingkan dengan rumah tembok.

Rumah-rumah panggung ini umumnya adalah warisan dari generasi sebelumnya, bukan pembangunan baru seperti layaknya rumah tembok yang umumnya terlihat. Bahkan jika sebelumnya menggunakan genteng sebagai atapnya, malah sekarang sudah tergantikan dengan seng. 

“Rumah panggung memang tinggal beberapa saja sekarang di desa ini” ujar salah seorang warga di desa Adu, Minggu, 5 November 2023.

Menurutnya, ini karena faktor material juga, karena rumah tembok lebih mudah didapatkan ketimbang material rumah panggung. Pasalnya gunung dimana kayu didapatkan sudah gundul dan dijadikan ladang bagi masyarakat setempat. 

“Sebenarnya rumah panggung memiliki nilai historis bagi masyarakat karena juga tahan dari gempa” tutupnya. (Din/red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *