Hujan Intensitas Tinggi Disertai Hembusan Angin Ekstrem Rusak Berat Ruang Kelas MA An-Nusyur

2 menit membaca
Redaksi SN
News - 12 Jan 2026

Sumenep, Serikatnasional.id — Hujan berintensitas tinggi disertai hembusan angin ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Pragaan pada pukul 01.00 WIB menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa bangunan Madrasah Aliyah (MA) An-Nusyur, yang berlokasi di Dusun Ceccek, Desa Aeng Panas, Kabupaten Sumenep.

Peristiwa yang terjadi pada dini hari tersebut mengakibatkan satu ruangan kelas mengalami kerusakan berat, sementara beberapa bagian bangunan lainnya turut terdampak. Berdasarkan pendataan awal pihak madrasah, kerugian material ditaksir melebihi Rp50 juta.

Hingga saat ini, ruangan yang rusak belum dapat digunakan karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Kepala MA An-Nusyur, Ustadz Rafi’ie, menjelaskan bahwa pihak sekolah segera melakukan langkah darurat setelah kejadian diketahui pada pagi hari, termasuk pengamanan area terdampak dan pengalihan sementara aktivitas belajar.

“Kerusakan ini bukan kategori ringan. Kami sudah melakukan pengamanan awal, namun perbaikan menyeluruh tidak bisa kami tangani sendiri. Jika tidak segera ada penanganan dari pihak terkait, kondisi ini sangat berisiko mengganggu proses belajar mengajar dan keselamatan warga sekolah,” tegas Ustadz Rafi’ie. Senin 12 Januari 2026

Ia juga menekankan pentingnya respons cepat dan perhatian serius dari pemerintah setempat, mengingat MA An-Nusyur merupakan lembaga pendidikan aktif yang setiap hari melayani kegiatan belajar mengajar. Keterlambatan penanganan dikhawatirkan akan memperpanjang gangguan pendidikan serta meningkatkan risiko keselamatan.

Dalam proses evakuasi awal, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Pragaan bersama warga sekitar dan pihak sekolah turut melakukan pembersihan material pohon tumbang guna mengamankan lingkungan sekolah. Namun demikian, hingga rilis ini disampaikan, belum ada kepastian terkait langkah perbaikan permanen terhadap bangunan yang mengalami kerusakan berat.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan penyesuaian ruang dan jadwal, sebuah solusi yang dinilai hanya bersifat sementara dan tidak ideal untuk jangka panjang.

Pihak sekolah berharap peristiwa ini menjadi perhatian bersama, khususnya dalam memastikan keselamatan dan kelayakan sarana pendidikan di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem. (Rasyidi)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *