KH. Widadi: Renstra 2025–2030 Jadi Kompas Khidmah PCNU Sumenep

2 menit membaca
Redaksi SN
News - 22 Feb 2026

Sumenep, Serikatnasional.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mulai memanaskan mesin organisasi.

Lewat rapat pengurus harian Tanfidziyah bersama para Ketua dan Sekretaris Lembaga serta Aswaja Center, Sabtu (21/2/2026), di Kantor PCNU Sumenep, arah besar gerak organisasi lima tahun ke depan resmi dimatangkan.

Forum tersebut bukan sekadar rapat rutin. Ia menjadi titik konsolidasi penting untuk memastikan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2030 benar-benar menjadi kompas bersama, bukan hanya dokumen administratif.

Ketua PCNU Sumenep, KH. MD. Widadi Rahim, menyebut pertemuan ini sebagai kelanjutan dari agenda ta’aruf dan silaturahim yang sebelumnya digelar bersama seluruh jajaran lembaga.

Menurutnya, penyamaan visi dan ritme kerja menjadi kebutuhan mendesak agar program berjalan efektif dan terukur.

“Rapat ini momentum penting untuk merapikan langkah dan menyatukan persepsi. Kita ingin khidmah lima tahun ke depan benar-benar terarah dan terorganisir dengan baik,” ujar KH. Widadi.

Dalam rapat tersebut, PCNU Sumenep memaparkan hasil rekomendasi konferensi sekaligus merinci Renstra 2025–2030 lengkap dengan metrik kegiatan sebagai alat ukur capaian program.

Setiap lembaga diminta menyesuaikan rencana kerjanya agar selaras dengan arah strategis cabang.

Penegasan soal indikator kinerja menjadi sorotan utama.PCNU ingin memastikan setiap program tidak hanya berjalan, tetapi juga memiliki dampak nyata dan dapat dievaluasi secara berkala.

Selain substansi program, tata kelola organisasi juga menjadi perhatian serius. Tertib administrasi persuratan bagi seluruh lembaga dan Aswaja Center ditegaskan sebagai fondasi profesionalisme.

Penataan ini dinilai penting untuk memperkuat akuntabilitas dan kredibilitas organisasi di mata publik.

KH. Widadi menegaskan, orientasi utama PCNU Sumenep tetap pada pelayanan warga Nahdliyin. Seluruh program harus bermuara pada kemaslahatan umat di Kabupaten Sumenep.

“Tujuan kita jelas, bagaimana program kerja ini benar-benar melayani warga Nahdliyin Sumenep. Bukan sekadar kegiatan, tapi kerja nyata yang terukur dan dirasakan manfaatnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan Renstra tidak akan tercapai tanpa soliditas internal. Koordinasi antarlembaga, komunikasi yang intens, serta semangat kolektif menjadi kunci.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus dalam satu barisan, saling menguatkan dan mendukung,” pungkasnya.

Dengan konsolidasi awal ini, PCNU Sumenep menegaskan komitmennya membangun organisasi yang lebih tertata, responsif, dan berdampak dalam lima tahun ke depan—mengukuhkan khidmah yang bukan hanya terencana, tetapi juga terukur dan berkelanjutan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *