Dinsos P3A Sumenep Perkuat Komitmen Pemenuhan Hak Anak Menuju KLA 2026

3 menit membaca
Redaksi SN
Daerah - 24 Feb 2026

Sumenep, Serikatnasional.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) terus memperkuat upaya pemenuhan hak anak sebagai bagian dari persiapan evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Penguatan Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak yang berlangsung di Graha Arya Wiraraja, Kantor Bupati Sumenep, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor menjelang proses evaluasi KLA.

Acara dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Syahwan Efendi, dan dihadiri unsur pimpinan daerah, antara lain Asisten Pemerintahan, Kepala Bappeda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, serta para pemangku kepentingan terkait.

Kepala Dinsos P3A Sumenep, A. Rahman Riadi, menegaskan bahwa evaluasi Kabupaten Layak Anak tidak sekadar mengejar penghargaan, melainkan memastikan sistem perlindungan anak berjalan secara nyata dan berkelanjutan.

“Evaluasi Kabupaten Layak Anak bukan hanya tentang peringkat atau penghargaan, tetapi tentang sejauh mana kita benar-benar menghadirkan kebijakan dan layanan yang berpihak kepada anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Dinsos P3A sebagai leading sector Gugus Tugas KLA telah melakukan konsolidasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan seluruh indikator terpenuhi secara terukur dan berbasis data.

“Kami melakukan penguatan koordinasi antar-OPD, pembagian indikator berbasis klaster, serta validasi internal agar data yang disampaikan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 35 OPD dan instansi sektoral, 15 lembaga masyarakat, 15 perwakilan dunia usaha, serta 50 Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) terlibat dalam desk evaluasi yang berlangsung selama tiga hari, 24 hingga 26 Februari 2026.

Rahman menegaskan bahwa keberhasilan Kabupaten Layak Anak membutuhkan kolaborasi semua pihak.

“KLA tidak bisa dikerjakan oleh satu dinas saja. Ini kerja kolektif. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga anak-anak itu sendiri harus terlibat sebagai subjek pembangunan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Forum Anak dalam proses perencanaan hingga evaluasi kebijakan daerah.“Forum Anak bukan sekadar pelengkap. Mereka kami libatkan dalam Musrenbang, penyusunan rekomendasi kebijakan, hingga persiapan evaluasi. Anak harus didengar dan dilibatkan,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait pemerataan layanan dasar di wilayah kepulauan serta penyediaan fasilitas ramah anak di seluruh kecamatan.

“Karakteristik geografis Sumenep yang terdiri dari daratan dan kepulauan menuntut inovasi pelayanan. Kami terus berupaya memastikan anak-anak di wilayah kepulauan mendapatkan layanan yang setara,” ungkapnya.

Sejumlah capaian juga telah dilakukan, di antaranya penguatan kelembagaan Gugus Tugas KLA melalui pembaruan SK, peningkatan data terpilah anak, pengembangan Desa Ramah Anak, penguatan layanan melalui UPTD PPA, serta pencegahan perkawinan anak melalui edukasi lintas sektor.

Ke depan, Dinsos P3A berkomitmen memperkuat regulasi responsif anak, meningkatkan anggaran berbasis hak anak, serta memperluas pengembangan Desa Ramah Anak sebagai bagian dari pembangunan generasi masa depan.

“Kami ingin memastikan setiap anak di Sumenep tumbuh sehat, cerdas, terlindungi, dan memiliki ruang untuk berkembang secara optimal. Itulah esensi Kabupaten Layak Anak,” pungkas Rahman.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *