Santunan Anak Yatim Jadi Penegas Komitmen Sosial Pemkab Sumenep di Bulan Ramadan

2 menit membaca
Redaksi SN
News - 04 Mar 2026

Sumenep, Serikatnasional.id – Ramadan dimaknai Pemerintah Kabupaten Sumenep bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Komitmen itu terlihat saat Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dalam kegiatan tasyakuran dan buka puasa bersama yang digelar Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumenep, Selasa (4/3/2026).

Alih-alih langsung membuka acara, Bupati Fauzi memilih memulai kegiatan dengan penyerahan santunan. Langkah tersebut menjadi simbol bahwa keberpihakan sosial harus didahulukan, terutama kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Sumenep, Jalan KH Agus Salim, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, itu juga dihadiri para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep. Kehadiran mereka menjadi bagian dari pesan bahwa Ramadan adalah momentum memperkuat solidaritas lintas lapisan masyarakat.

“Ramadan adalah bulan berbagi. Kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa harus terus kita jaga sebagai tanggung jawab sosial bersama,” ujar Bupati Fauzi.

Ia menekankan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah harus dilakukan secara profesional agar benar-benar memberi dampak nyata.

Menurutnya, BAZNAS memiliki peran strategis sebagai penghubung antara para muzakki dan masyarakat yang berhak menerima manfaat.

“Transparansi dan ketepatan sasaran adalah kunci. Kita ingin setiap bantuan yang disalurkan benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Selain penyaluran santunan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap petugas kebersihan yang tetap menjalankan tugasnya menjaga kebersihan kota selama Ramadan. Bupati Fauzi menyebut, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai sosial dan kemanusiaan.

Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian tidak berhenti di bulan Ramadan, melainkan menjadi budaya kolektif dalam membangun Sumenep yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *