
Pamekasan, Serikatnasional.id – Kondisi jalan rusak di sepanjang Jalan Cokro Atmojo, Pamekasan, menuai keprihatinan.
Banyaknya lubang besar dan kecil mulai dari pertigaan Pasar Sore ke arah selatan membuat pengendara, khususnya sepeda motor, terpaksa bermanuver zig-zag untuk menghindari lubang.
Situasi tersebut dinilai berbahaya, terutama bagi pengendara yang belum mengetahui kondisi jalan tersebut. Risiko kecelakaan pun meningkat, terlebih jika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Melihat kondisi itu, DPD BNPM Pamekasan melaporkan kerusakan jalan tersebut kepada Dinas Bina Marga Pamekasan di kantor yang beralamat di Jalan Jokotole, RW 03, Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan, Kamis (12/04/2026).
Kepala Unit Jalan, Tri Gunawan, menjelaskan bahwa kerusakan di Jalan Cokro Atmojo sebenarnya sudah menjadi perhatian pemerintah daerah.
Namun, menurutnya, terdapat sejumlah kendala di lapangan yang menghambat perbaikan secara maksimal.
“Jalan Cokro Atmojo sudah menjadi perhatian pemerintah. Namun ada kendala di lapangan, seperti aktivitas pasar yang semrawut serta banyaknya pom mini yang menggunakan bahu jalan,” ujarnya.
Tri Gunawan menegaskan, pihaknya siap melakukan pembaruan jalan dengan estimasi anggaran sekitar Rp3 miliar, dengan syarat penertiban penggunaan bahu jalan terlebih dahulu.
“Kami siap memperbaiki jalan tersebut, asalkan BNPM bisa berkoordinasi dengan RT/RW, warga, dan pihak kelurahan agar bahu jalan yang digunakan untuk berjualan bisa ditertibkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ainurrohman, Wakil Komandan Bidang Kebijakan Publik DPD BNPM Pamekasan, bersama Hasinur dari Divisi Humas, berharap pemerintah segera melakukan penanganan sementara berupa tambal sulam di titik-titik yang paling parah, terutama di tikungan pertigaan Pasar Sore menuju selatan.
Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan di kawasan tersebut cukup membahayakan karena merupakan jalur utama dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
“Kerusakan jalan di jalur utama dan kawasan ramai aktivitas ini sangat mengganggu mobilitas masyarakat. Apalagi pada malam hari, lubang jalan sering tidak terlihat sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujar Ainurrohman.
Ia menegaskan, Dinas Bina Marga sebagai instansi yang berwenang dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di daerah harus segera mengambil langkah nyata agar tidak menimbulkan korban bagi pengguna jalan. (Fidia)

Tidak ada komentar