
Jakarta, Serikatnasional.id – Kecelakaan antara kereta api jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, menelan korban jiwa.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan jumlah korban meninggal dunia kini mencapai lima orang, sementara tiga lainnya masih dalam kondisi terjepit di lokasi kejadian.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.
“Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Dilansir DetikNews, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebelumnya mencatat sebanyak 53 korban telah berhasil diidentifikasi. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia dalam penanganan awal, yakni Nuryati (62), Enggar Retno K (35), dan Nurlaela (30).
Sementara itu, sebanyak 50 korban lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif, sebagian dirujuk ke rumah sakit lain, dan beberapa telah diperbolehkan pulang.
Perbedaan data jumlah korban meninggal antara pihak rumah sakit dan KAI diduga karena proses evakuasi yang masih berlangsung di lokasi kejadian.
Petugas hingga kini masih berupaya mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam rangkaian kereta.Insiden ini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Selain penanganan korban, investigasi terkait penyebab kecelakaan juga tengah dilakukan oleh otoritas terkait.


Tidak ada komentar