GMNI NTB Gelar Nobar Film “Pesta Babi” di Mataram

2 menit membaca
Redaksi SN
News - 08 Mei 2026

Mataram, Serikatnasional.id – Ratusan aktivis, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan di Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan nonton bareng dan diskusi film dokumenter bertajuk Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Rabu malam (7/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Nonasuka Kopitiam, Kota Mataram, itu menghadirkan akademisi, aktivis masyarakat adat, hingga pegiat lingkungan untuk membahas isu kolonialisme modern, eksploitasi sumber daya alam, dan dampaknya terhadap masyarakat lokal.

Dalam poster kegiatan yang beredar, diskusi menghadirkan Prof. Widodo Dwi Putro sebagai akademisi, Lalu Kusuma Jayadi selaku aktivis gerakan masyarakat adat dan alumni GMNI, serta M. Abihul Fajar dari Climate Rangers NTB.

Kegiatan tersebut juga melibatkan DPD GMNI NTB bersama sejumlah organisasi dan komunitas lainnya seperti BEM Nusantara Bali-Nusa Tenggara, Greenpeace, PUSAKA, Watchdoc, dan LBH Papua Merauke.Ketua DPD GMNI NTB, Sulhamran, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap situasi sosial dan lingkungan yang tengah dihadapi masyarakat, termasuk di NTB.

“Sebagai generasi muda, kami ingin melakukan sesuatu yang berdampak positif bagi masyarakat dan daerah dalam jangka panjang. Nobar dan diskusi ini menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga harkat masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup,” ujarnya usai kegiatan, Kamis (07/05/2026).

Menurutnya, diskusi publik sengaja dirangkaikan dengan pemutaran film agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitar mereka.

Untuk memperkaya pembahasan, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari aktivis lingkungan hidup, pegiat masyarakat adat, hingga Direktur Climota Rangers NTB.

“Kami berharap kegiatan ini melahirkan ide-ide baru dan mendorong kesadaran mahasiswa untuk ikut menjaga kelestarian budaya, adat istiadat, serta ekosistem lingkungan,” tambah Sulhamran.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan oleh generasi muda NTB sebagai bentuk perlawanan terhadap berbagai kebijakan atau praktik yang dinilai dapat merusak lingkungan dan tatanan sosial masyarakat.

Fathul Bayan selaku Koordinator Nusantara Bali-Nusra BEM Nusantara bertindak sebagai moderator dalam kegiatan diskusi publik tersebut.

Film dokumenter *Pesta Babi* mengangkat berbagai isu terkait konflik agraria, eksploitasi sumber daya alam, hingga dampak pembangunan terhadap masyarakat adat dan lingkungan hidup.

Para aktivis berharap kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik sekaligus mendorong kesadaran kritis generasi muda terhadap isu sosial, lingkungan, dan keadilan pembangunan di Indonesia.

Kegiatan nonton bareng dan diskusi dimulai pukul 20.00 WITA di Nonasuka Kopitiam, Kota Mataram, dan terbuka untuk umum.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *