
JAKARTA, Serikatnasional.id – Perjalanan hidup yang penuh keterbatasan tidak menghalangi Muhammad Ja’far Hasibuan untuk menghasilkan karya ilmiah yang mendapat perhatian kalangan akademisi. Mahasiswa Semester I Program Studi Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) itu meluncurkan buku berjudul “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” dalam seminar dan bedah buku bertaraf internasional yang digelar di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Sabtu lalu.
Kegiatan yang diselenggarakan Mega Press Nusantara tersebut dihadiri sekitar 500 peserta secara luring dan 1.500 peserta secara daring. Acara mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta FKM UI.
Dalam keterangannya kepada awak media, Senin (3/8/2026), Muhammad Ja’far Hasibuan mengatakan peluncuran buku tersebut menjadi bukti bahwa latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Keterbatasan sosial dan ekonomi bukan hambatan untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup Ja’far sebagai anak yatim asal Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Dengan bekal hanya Rp70 ribu, ia merantau dan membiayai pendidikannya dengan berjualan roti sambil menempuh perkuliahan.
Pengalaman hidup itu kemudian dipadukan dengan penelitian yang melahirkan inovasi Biofar SS, melalui serangkaian riset lapangan, pengujian laboratorium, hingga uji coba di masyarakat. Menurut Ja’far, kesempatan menjadi penerima Beasiswa Kapolri menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi yang bermanfaat, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Buku setebal lebih dari 400 halaman tersebut disusun dengan dukungan lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin. Selain mengangkat kisah inspiratif, buku itu juga mengulas berbagai teori dalam bidang kesehatan masyarakat, psikologi, kepemimpinan, hingga manajemen inovasi, sehingga diposisikan sebagai referensi akademik.
Peluncuran buku diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri. Kegiatan dibuka oleh Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si., sementara sambutan Kapolri dibacakan oleh Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa karya Muhammad Ja’far Hasibuan menjadi contoh bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh kondisi ekonomi, melainkan oleh integritas, disiplin, kerja keras, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Apresiasi juga datang dari sejumlah akademisi. Guru Besar FKM UI Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai buku tersebut memiliki nilai akademik karena mampu menghubungkan pengalaman hidup dengan teori-teori ilmiah yang relevan dalam bidang kesehatan masyarakat.
Sementara Guru Besar FKM USU Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., menyebut karya tersebut sebagai kebanggaan almamater sekaligus bukti bahwa kerja keras dan integritas dapat menghasilkan kontribusi nyata bagi dunia ilmu pengetahuan.
Selain mendapat apresiasi dari kalangan akademisi, buku “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” juga ditetapkan sebagai salah satu koleksi referensi nasional oleh Perpustakaan Nasional RI.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui perwakilannya menetapkan Muhammad Ja’far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI.
Melalui karya tersebut, Ja’far berharap pengalaman hidup dan hasil penelitiannya dapat menjadi inspirasi sekaligus rujukan bagi akademisi, peneliti, praktisi, serta masyarakat luas dalam mengembangkan inovasi yang berdampak bagi kesehatan dan pembangunan.


Tidak ada komentar