
Surabaya, Serikatnasional.id — Semangat persaudaraan lintas agama mengemuka dalam kegiatan kolaborasi lintas iman yang digelar di Gereja Masa Depan Cerah (MDC) Surabaya, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Pondok Kasih bersama MDC, Taman Bhineka, dan sejumlah komunitas ini dihadiri sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang, antara lain civitas akademika Untag Surabaya, Forum Beda tapi Mesra (FBM), komunitas lintas iman, panti asuhan, komunitas mahasiswa, kelompok disabilitas, Indonesia Merayakan Perbedaan (IMP), Rampak Sarinah Jawa Timur, serta elemen masyarakat lainnya.
Dewan Pembina Pondok Kasih, Mama Hana, menegaskan bahwa semangat kebersamaan harus terus dirawat di tengah masyarakat yang majemuk.
“Indonesia memiliki Pancasila yang dimulai dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sudah selayaknya kita sebagai warga Jawa Timur terus menggaungkan semangat persaudaraan,” ujarnya.
Sementara itu, Syuhada, selaku Ketua Forum Beda tapi Mesra (FBM), menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud nyata nilai kemanusiaan lintas iman.
“Kegiatan ini penting sebagai bentuk hadirnya semangat kemanusiaan antarumat beragama,” katanya.
Dari kalangan akademisi, Dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya, Dia Puspita, menilai kegiatan tersebut sebagai implementasi langsung nilai kebangsaan dalam kehidupan sosial.
“Acara ini sangat bermanfaat sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata. Kegiatan seperti ini memantik kita semua untuk terus hidup dalam toleransi antarumat beragama. Harapannya, ke depan kita bisa konsisten dan berkomitmen bersama menjaga keberagaman serta persaudaraan sesama manusia,” ujar Dia Puspita.
Selain itu, Dosen Administrasi Publik Untag Surabaya, Rizkya, menilai kegiatan lintas agama seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga identitas bangsa.
“Acara ini berperan penting menjaga identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ramah dengan semangat kebhinekaan. Harapannya, kegiatan semacam ini juga digelar oleh berbagai pihak lain sebagai seruan perdamaian di tengah situasi global yang semakin memanas,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi ruang interaksi lintas komunitas yang memperkuat dialog, empati sosial, serta rasa saling menghargai.
Dengan partisipasi berbagai kalangan, momentum tersebut diharapkan terus berlanjut dan menginspirasi inisiatif serupa guna memperkuat semangat toleransi, kebhinekaan, dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Tidak ada komentar