Guru BK Madrasah Aliyah Dibekali Teknologi AI untuk Arahkan Pilihan Jurusan Siswa

2 menit membaca
Redaksi SN
News - 16 Des 2025

Jakarta, Serikatnasional.id – Upaya meningkatkan kualitas layanan bimbingan konseling di madrasah terus dilakukan Kementerian Agama.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) menggelar pelatihan khusus bagi guru Bimbingan Konseling (BK) Madrasah Aliyah (MA) dengan fokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat peran guru BK dalam mendampingi siswa menentukan pilihan jurusan kuliah yang selaras dengan bakat, minat, dan karakter kepribadian mereka.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan aplikasi Talent DNA, sebuah platform berbasis AI yang dikembangkan oleh ESQ.

Melalui aplikasi tersebut, guru BK dapat memetakan potensi dan kecenderungan siswa secara lebih komprehensif.

Hasil pemetaan ini menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi jurusan pendidikan lanjutan yang dinilai lebih tepat dan sesuai dengan profil masing-masing peserta didik.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menekankan bahwa guru BK memegang peran strategis dalam membentuk arah masa depan siswa.

Menurutnya, guru BK tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional, tetapi juga kepekaan dan empati yang tinggi dalam menghadapi berbagai persoalan siswa.

“Guru BK harus memiliki kelapangan hati, karena mereka berhadapan langsung dengan beragam permasalahan dan keluh kesah murid,” ujarnya.

Dalam konteks pendidikan madrasah, guru BK menjalankan tiga fungsi utama.

Pertama, fungsi pencegahan untuk mengantisipasi munculnya persoalan akademik maupun non-akademik.

Kedua, fungsi pemahaman murid dengan mengenali potensi, minat, serta kendala yang dihadapi siswa.

Ketiga, fungsi edukasi, yaitu memberikan arahan dan bimbingan agar siswa mampu mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab.

Pelatihan ini juga sejalan dengan komitmen Kemenag dalam mewujudkan madrasah ramah anak, di mana pendekatan personal dan pemahaman terhadap kebutuhan siswa menjadi prioritas.

Dengan dukungan teknologi AI dalam layanan bimbingan konseling, diharapkan madrasah aliyah mampu menciptakan proses pendampingan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi serta passion siswa.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *