
Sumenep, Serikatnasional.id – Sejumlah alumni Daerah Lubangsa, Pondok Pesantren An-Nuqayah (PPA), menggagas dan membentuk sebuah forum kebersamaan bernama Majelis Salakan. Wadah ini tidak hanya diperuntukkan bagi alumni, tetapi juga melibatkan santri aktif serta simpatisan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kontribusi bersama.
Pembentukan Majelis Salakan berangkat dari keinginan bersama untuk terus mengabdi serta memberikan kontribusi nyata bagi almamater, masyarakat, bangsa, dan negara. Gagasan ini muncul dari diskusi para alumni yang kemudian mendapat respons positif dari berbagai pihak.
Majelis Salakan dihadirkan sebagai wadah kebersamaan yang bersifat kultural dan partisipatif, dengan semangat memperkuat kontribusi secara produktif dalam mendukung pengembangan Lubangsa. Tidak berbentuk organisasi formal, majelis ini menjadi ruang sinergi yang cair, inklusif, dan berorientasi pada kemanfaatan bersama.
“Majelis Salakan diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan gagasan, potensi, dan sumber daya, baik dari alumni, santri aktif, maupun simpatisan secara guyub dan penuh kekeluargaan,” demikian tertuang dalam naskah pengantar pembentukan majelis tersebut.
Majelis Salakan diproyeksikan menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen Lubangsa, baik santri aktif, alumni, maupun simpatisan. Forum ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kebersamaan, menjaga kesinambungan tradisi keilmuan dan keislaman, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, salah satu penggagas Majelis Salakan, Kiai Fathol Bari, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai keterlibatan berbagai elemen dalam Majelis Salakan menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
“Dengan melibatkan alumni, santri aktif, dan simpatisan, Majelis Salakan memiliki potensi besar untuk menjadi wadah yang produktif dan berdampak luas, baik untuk pesantren maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai keikhlasan, kebersamaan, dan tradisi pesantren agar tetap menjadi ruh dalam setiap gerakan majelis.
Adapun tujuan pembentukan Majelis Salakan melahirkan lima poin utama.
Pertama, menjadi forum yang memperkuat partisipasi kolektif dalam mendukung pengembangan Lubangsa. Kedua, menjaga dan melanjutkan nilai-nilai keislaman serta tradisi keilmuan pesantren. Menghimpun potensi dan sumber daya dari alumni, santri aktif, dan simpatisan masuk pada poin ketiga. Selain itu, mendorong peningkatan kompetensi di bidang keagamaan, akademik, dan kewirausahaan. Poin kelima adalah mempererat jejaring dan silaturahmi sebagai kekuatan kolektif yang berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, peresmian Majelis Salakan insyaallah akan dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026, bertempat di MAN Surabaya, dan akan diresmikan langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren An-Nuqayah daerah Lubangsa. (Bas/red)


Tidak ada komentar