
SUMENEP, Serikatnasional.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat. RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep resmi menjadi salah satu rumah sakit penerima Program Prioritas Nasional Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2026.
Program strategis tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan rujukan di Kabupaten Sumenep, khususnya untuk penanganan penyakit katastropik yang selama ini menjadi penyebab utama tingginya angka kematian di Indonesia.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. H. Erliyati, M.Kes., mengatakan bahwa kepercayaan yang diberikan Kementerian Kesehatan merupakan peluang besar bagi RSUDMA untuk menghadirkan layanan yang lebih lengkap dan berkualitas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, pada tahun 2026 RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mendapatkan Program KJSU dari Kementerian Kesehatan. Ini merupakan amanah besar sekaligus bukti bahwa rumah sakit daerah mampu berkembang menjadi pusat layanan kesehatan yang lebih kuat dan berkualitas,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, Program KJSU merupakan agenda nasional yang bertujuan memperkuat pelayanan untuk empat kelompok penyakit prioritas, yakni kanker, jantung, stroke, dan gangguan uronefrologi. Melalui program tersebut, pemerintah pusat memberikan dukungan berupa pembangunan infrastruktur, pengadaan alat kesehatan modern, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan.
Dr. Erliyati menjelaskan, kebutuhan terhadap layanan penyakit katastropik semakin mendesak karena sebagian besar kasus kematian di Indonesia masih didominasi oleh penyakit tidak menular yang memerlukan penanganan cepat dan fasilitas kesehatan memadai.
“Kanker, penyakit jantung, stroke, dan gangguan uronefrologi masih menjadi penyumbang angka kematian yang cukup tinggi. Karena itu pemerintah memberikan perhatian khusus melalui Program KJSU agar layanan kesehatan tersebut semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Saat ini, pembangunan gedung khusus KJSU di lingkungan RSUDMA masih berlangsung. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan unggulan yang mampu melayani masyarakat daratan maupun kepulauan di Kabupaten Sumenep.Jika seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target, layanan KJSU direncanakan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2027.
“Pembangunan gedung KJSU saat ini masih berproses. Kami optimistis seluruh fasilitas dapat selesai sesuai target sehingga pada tahun 2027 layanan ini sudah bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” tambahnya.
Dari sisi sumber daya manusia, RSUDMA juga terus melakukan berbagai persiapan. Untuk layanan kanker dan uronefrologi, tenaga medis telah tersedia. Sementara untuk layanan jantung, dokter spesialis masih menjalani pendidikan lanjutan dan nantinya akan kembali bertugas di RSUDMA. Adapun untuk layanan stroke, rumah sakit masih melakukan pemenuhan kebutuhan tenaga medis pendukung.Dr. Erliyati berharap kehadiran Program KJSU dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Sumenep terhadap rumah sakit rujukan di luar daerah.
“Masyarakat tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan spesialis. Kami ingin seluruh pasien memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan berkualitas di rumah sakit kebanggaan masyarakat Sumenep ini,” tegasnya.
Masuknya RSUDMA dalam jaringan Program KJSU Nasional menjadi kabar menggembirakan bagi dunia kesehatan di Kabupaten Sumenep. Selain meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit, program ini juga diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan modern bagi masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan.
Dengan dukungan fasilitas, peralatan, dan tenaga medis yang terus diperkuat, RSUDMA diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang semakin maju dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumenep. (Red)


Tidak ada komentar