Menjaga Identitas Bangsa: Mengapa Pembelajaran Bahasa Daerah di Sekolah Perlu dipertahankan

2 menit membaca
Redaksi SN
Kolom Siswa, Opini - 05 Sep 2026

Penulis: Nia, Siswi kelas XI Madrasah Aliyah An-Nusyur yang saat ini menjabat sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) di Lpp An-Nusyur

Opini, Serikatnasional.id – Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi sehari-hari, melainkan fondasi utama dari identitas dan karakter bangsa kita. Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan bahasa daerah kini berada di ujung tanduk. Oleh karena itu, mempertahankan pembelajaran bahasa daerah di lingkungan sekolah bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban kolektif demi menyelamatkan warisan leluhur.

Fakta mengejutkan dari mencatat bahwa belasan bahasa daerah di Indonesia saat ini tengah terancam punah. Jika fenomena ini terus dibiarkan tanpa adanya intervensi yang masif, generasi mendatang—anak dan cucu kita—hanya akan mengenal bahasa daerah sebagai catatan sejarah masa lalu. Sangat mengkhawatirkan jika generasi muda kita nantinya hanya mahir berbahasa Indonesia dan bahasa asing, namun justru asing dan gagap saat menggunakan bahasa tanah kelahiran mereka sendiri. Kehilangan bahasa daerah berarti kehilangan sebagian besar kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Menyikapi urgensi ini, pemerintah dan lembaga pendidikan harus mengambil langkah konkret dan strategis. Sekolah tidak boleh lagi memperlakukan mata pelajaran ini sekadar sebagai formalitas pengisi jadwal. Pemerintah bersama pihak sekolah wajib merancang dan menyusun program muatan lokal (mulok) yang jauh lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan dunia anak muda zaman sekarang.

Pembelajaran harus dikemas secara kreatif, misalnya memanfaatkan teknologi digital, gim edukatif, hingga seni pertunjukan, agar bahasa daerah tidak lagi dianggap kuno atau membosankan.

Menyelamatkan bahasa daerah adalah investasi jangka panjang untuk menjaga jati diri bangsa. Dengan muatan lokal yang dikemas secara modern dan adaptif, kita tidak hanya sedang mengajarkan kosakata, tetapi juga sedang menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air ke dalam jiwa generasi penerus bangsa.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *