
Sumenep, Serikatnasional.id – Rutan Kelas IIB Sumenep kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun kemandirian warga binaan.
Tak sekadar rutinitas pembinaan, lembaga ini kini tancap gas menghadirkan program pemberdayaan berbasis UMKM yang benar-benar menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat.
Terbaru, rutan menggelar pelatihan pembuatan tempe yang digadang-gadang mampu menjadi bekal usaha konkret bagi warga binaan setelah bebas, Kamis (20/11/2025).
Suasana pelatihan yang berlangsung penuh antusias. Sejumlah warga binaan tampak serius mempelajari tahapan produksi tempe, mulai dari pemilihan kedelai, proses perendaman, teknik fermentasi, hingga pengemasan higienis.
Pelatihan ini bukan sekadar praktik dapur biasa, melainkan proses nyata untuk membangun mental kemandirian sekaligus mendukung sektor UMKM yang kini tengah tumbuh pesat di berbagai daerah.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Heri Sutriadi, menegaskan bahwa pembinaan produktif seperti ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat dengan keahlian yang dapat langsung menghasilkan.
“Kami ingin memastikan setiap warga binaan pulang dengan keterampilan yang benar-benar bisa diterapkan. Pembuatan tempe adalah usaha sederhana, murah, tapi peluang ekonominya luar biasa besar,” tegas Heri kepada media ini, Kamis (20/11/2025).
Pihaknya menyoroti misi besar Rutan Sumenep dalam menghubungkan program pembinaan dengan peluang usaha nyata.
Dengan pembekalan keterampilan yang relevan dan mudah dijalankan, rutan berharap warga binaan mampu membuka usaha sendiri ataupun berkolaborasi dengan keluarga setelah bebas, sehingga angka residivisme dapat ditekan dan kesejahteraan meningkat.Heri Sutriadi menambahkan bahwa pelatihan ini bukan yang terakhir.
Rutan Sumenep telah merancang pengembangan pelatihan lanjutan dan diversifikasi usaha produktif agar warga binaan memiliki lebih banyak pilihan keterampilan yang bisa dikembangkan.
“Ke depan, kami akan memperluas program pembinaan kemandirian ini. Rutan harus menjadi ruang produktif yang melahirkan warga binaan berdaya saing dan siap terjun ke dunia usaha,” pungkasnya.
Pelatihan berjalan lancar dan penuh semangat. Dengan program seperti ini, Rutan Sumenep optimistis warga binaan tak sekadar mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga harapan dan peluang yang lebih besar untuk menata kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

Tidak ada komentar