
SUMENEP, Serikatnasional.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat strategi promosi pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Pemkab Sumenep menggandeng sejumlah biro perjalanan atau travel sebagai bagian dari upaya memperluas pemasaran destinasi wisata di Kota Keris.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan kerja sama dengan biro travel menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata Sumenep kepada pasar yang lebih luas.
“Kerja sama dengan biro travel dan peningkatan promosi melalui flyer diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujar Faruk, Jumat (14/8/2026).
Selain menggandeng biro perjalanan, promosi juga dilakukan melalui penyebaran flyer yang berisi informasi mengenai destinasi wisata sekaligus kuliner khas Sumenep.
Menurut Faruk, langkah tersebut penting agar calon wisatawan tidak hanya mengetahui objek wisata yang bisa dikunjungi, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai beragam potensi kuliner yang tersedia di Sumenep.
“Itu kami lakukan agar calon wisatawan paham dan mengerti tentang wisata dan kuliner yang dimiliki Sumenep,” katanya.
Faruk optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata maupun target kunjungan wisatawan pada 2026 dapat tercapai secara maksimal.
Optimisme tersebut didukung dengan kolaborasi bersama berbagai pihak serta pembenahan sektor pariwisata yang terus dilakukan pemerintah daerah.
Ia menilai meningkatnya kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, tetapi juga menciptakan efek berantai bagi perekonomian masyarakat.
“Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar destinasi wisata,” ungkapnya.
Karena itu, Disbudporapar Sumenep berkomitmen melanjutkan pembenahan sektor pariwisata, baik dari sisi promosi maupun pengembangan destinasi.
Faruk berharap peningkatan kunjungan wisatawan nantinya dapat membuka lebih banyak peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan agar bisa meningkatkan kunjungan wisata sehingga nanti berdampak pada peningkatan UMKM dan menurunkan jumlah pengangguran,” tandasnya. (*)


Tidak ada komentar