
SUMENEP, Serikatnasional.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern guna meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus kesejahteraan petani.
Mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Bambang Eko Wicaksono Analis Prasana dan Sarana Pertanian mengungkapkan salah satu inovasi yang mulai diperkenalkan kepada petani adalah PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System). Pendekatan budidaya padi intensif tersebut mengintegrasikan mekanisasi penuh, teknologi digital, dan pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.
“Melalui penerapan PM-AAS, produktivitas padi yang sebelumnya berkisar 5 hingga 6 ton per hektare berpotensi meningkat menjadi 9 hingga 12 ton per hektare,” ujar Bambang ditemui media ini usai menghadiri Deklarasi Pusat Kajian Ketahanan Pangan Desa Mandiri di Gedung Ki Hajar Dewantara P&K Kabupaten Sumenep, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, PM-AAS menghadirkan sistem budidaya yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional. Melalui pendekatan tersebut, petani dapat menerapkan mekanisasi penuh, memanfaatkan teknologi digital, serta mengoptimalkan pertanian presisi untuk meningkatkan hasil panen dan menekan biaya produksi.
Selain itu, metode tanam yang diterapkan tidak lagi mengharuskan proses persemaian maupun pindah tanam sebagaimana kebiasaan petani selama ini. Petani cukup melakukan pengolahan lahan, kemudian benih langsung ditanam hingga masa panen.
“Metode ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja, waktu, dan biaya produksi, sekaligus mendongkrak produktivitas hasil panen,” jelasnya.
Bambang mengungkapkan, program PM-AAS mulai dicanangkan di Kecamatan Dungkek sebagai kawasan percontohan. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki potensi pertanian yang baik dan dinilai siap menjadi lokasi awal penerapan sistem pertanian modern di Kabupaten Sumenep.
Ke depan, DKPP Kabupaten Sumenep akan mengembangkan program tersebut ke sejumlah kecamatan lain agar semakin banyak petani yang dapat merasakan manfaat inovasi di sektor pertanian.Selain PM-AAS, DKPP juga terus mendorong pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern, seperti drone pertanian, mesin tanam, dan mesin panen, guna meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mendukung percepatan modernisasi pertanian di Kabupaten Sumenep.
Bambang berharap para petani mulai beralih dari pola pertanian tradisional menuju sistem pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing.
“Sebagaimana semangat yang terus didorong pemerintah, tidak ada jalan lain untuk meningkatkan kesejahteraan petani selain melalui pertanian modern. Karena itu, kami mengajak para petani agar terbuka terhadap inovasi dan teknologi yang mampu meningkatkan hasil produksi,” pungkasnya.


Tidak ada komentar