
SUMENEP, Serikatnasional.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) memastikan Festival Perempuan Pesisir akan menjadi agenda tahunan dalam Kalender Event Sumenep. Keputusan tersebut diambil setelah penyelenggaraan perdana festival mendapat respons positif dari masyarakat.
Festival yang digelar di kawasan Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, merupakan hasil kolaborasi Disbudporapar Sumenep bersama Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (DPD KPPI) Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini menjadi ruang bagi perempuan pesisir untuk menampilkan potensi budaya, kreativitas, sekaligus kontribusi mereka dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Sumenep, Mohammad Zaini, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap festival menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah untuk memasukkannya sebagai agenda rutin setiap tahun.
“Festival ini menjadi langkah awal untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan pesisir agar dapat berkontribusi dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Melihat tingginya partisipasi masyarakat, kami berkomitmen menjadikannya sebagai agenda tahunan,” ujarnya.
Menurut Zaini, festival tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Selain memperkuat identitas budaya lokal, kegiatan itu diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Ketua DPD KPPI Kabupaten Sumenep, Yusnaniyah, menilai Festival Perempuan Pesisir menjadi momentum untuk menunjukkan besarnya peran perempuan dalam kehidupan masyarakat nelayan.
“Melalui festival ini, masyarakat dapat melihat bahwa perempuan pesisir tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan kawasan pesisir,” katanya.
Selama festival berlangsung, pengunjung disuguhi beragam atraksi budaya, mulai dari tari khas pesisir, musik tradisional Madura, pameran alat tangkap ikan tradisional, miniatur perahu nelayan, hingga peragaan busana berbahan daur ulang.
Tidak hanya itu, panitia juga menghadirkan peluncuran buku bertema perempuan pesisir serta bazar kuliner yang menampilkan berbagai olahan hasil laut karya masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai media edukasi mengenai pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Festival tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Dasuk, kepala desa se-Kecamatan Dasuk, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan masyarakat, Festival Perempuan Pesisir diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu agenda unggulan yang tidak hanya memperkuat daya tarik wisata Sumenep, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.


Tidak ada komentar