Jaga Warisan Budaya, Madura Batik Festival di Sumenep Jadi Langkah Nyata

3 menit membaca
Redaksi SN
News - 21 Mei 2026

Serikatnasional.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Workshop dan Pelatihan Membatik bertajuk Madura Batik Festival yang digelar Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) di Pendopo Kraton Sumenep, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan IPPNU Sumenep tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah derasnya perkembangan era modern dan digitalisasi.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemkab Sumenep, Hizbul Wathan,SH, MH mengatakan, batik Madura bukan sekadar kain bermotif, melainkan simbol identitas budaya yang memiliki nilai sejarah dan kebanggaan masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, pelibatan generasi muda dalam workshop membatik menjadi bagian penting untuk memastikan budaya lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Anak muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga budaya daerah. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap akan lahir generasi yang mencintai dan bangga terhadap budaya Madura,” kata Hizbul Wathan, SH, MH.

Eks Kabag Hukum Setdakab Sumenep itu menilai, kegiatan Madura Batik Festival bukan hanya menjadi ruang pelatihan keterampilan membatik, tetapi juga wadah edukasi budaya yang mampu membangun kesadaran generasi muda agar semakin mencintai warisan leluhur di tengah pengaruh budaya modern.

Sebanyak 100 pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep tampak antusias mengikuti workshop tersebut. Para peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai sejarah, filosofi, hingga teknik membatik khas Madura dari Budayawan Madura H. Ibnu Hajar dan Owner Batik Rato, Busaki.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Madura Batik Festival Kemenbud RI, Ach. Sayuthi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan budaya batik Madura melalui keterlibatan aktif generasi muda.

Menurutnya, regenerasi pembatik menjadi kebutuhan penting agar identitas budaya Madura tetap terjaga dan tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Pelatihan membatik ini menyasar anak-anak muda khususnya kalangan pelajar, sebab pembatik tentu butuh generasi yang melanjutkan supaya identitas dan budaya batik Madura tidak hilang,” ujar Sayuthi dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Madura Batik Festival. Pihaknya memastikan kegiatan pelestarian budaya tersebut akan terus dilanjutkan sebagai bentuk komitmen menjaga warisan budaya bangsa.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mendukung atas terselenggaranya kegiatan Madura Batik Festival. Dan tentu, kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini saja, pada kegiatan berikutnya dalam rangka melestarikan batik kita lanjutkan,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Kemenbud RI berharap batik Madura tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal luas sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki ciri khas dan nilai seni tinggi.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *