
PASURUAN, Serikatnasional.id – Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya sukses menyelenggarakan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) pada 26–28 Juni 2026 di kawasan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Mengusung tema “Membentuk Kader Menjadi Pejuang yang Berpihak pada Rakyat”, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak kader GMNI yang berideologi Marhaenisme, berintegritas, berkapasitas intelektual, serta memiliki komitmen kuat memperjuangkan kepentingan rakyat.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti rangkaian kaderisasi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman ideologi, wawasan kebangsaan, serta kemampuan kepemimpinan dan organisasi.
Kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta dari Kampus UNTAG Surabaya menuju lokasi kaderisasi di Prigen.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Drs. Bambang Dwi Hartono, M.Pd., Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya sekaligus Wali Kota Surabaya ke-14.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memahami dinamika global sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Pada hari pertama, peserta memperoleh sejumlah materi dasar ke-GMNI-an. Materi Sejarah GMNI dan Ke-GMNI-an disampaikan oleh Ketua DPC GMNI Surabaya, Herald. Selanjutnya, Ketua DPP GMNI Bidang Politik, Dhipa, membawakan materi Marhaenisme sebagai ideologi perjuangan organisasi.
Materi Kesarinahan disampaikan oleh Dia Puspitasari, S.Sosio., M.Si., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya, yang mengupas peran strategis perempuan dalam perjuangan bangsa. Hari pertama ditutup dengan materi Materialisme Dialektika Historis (MDH) yang disampaikan oleh Rizkya Dwijayanti, S.IP., M.IP., dosen Administrasi Negara UNTAG Surabaya, sebagai landasan berpikir kritis dan ideologis bagi kader GMNI.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan senam bersama yang melibatkan seluruh panitia dan peserta sebagai bentuk penyeimbangan kesehatan fisik dan mental.
Setelah itu, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya Sejarah Pergerakan oleh Dhipa, Manajemen Aksi, Agitasi dan Propaganda oleh Sarinah Sasa bersama Bung Frengkly, serta Digital Movement oleh Sarinah Evi Ratna Sari.
Selanjutnya, Ketua Pengurus YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menyampaikan materi Patriotisme dan Nasionalisme Indonesia. Materi Analisis Sosial dan Advokasi diberikan oleh Eddy Wahyudi, S.H., M.Si., sedangkan Manajemen Organisasi disampaikan oleh Dr. Sumiati, M.M., Wakil Rektor III UNTAG Surabaya.
Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta juga mengikuti berbagai sesi ice breaking dan forum kebersamaan bersama para senior sebagai ruang refleksi sekaligus mempererat solidaritas antarkader.
Pada hari terakhir, peserta menjalani kegiatan Jelajah Malam yang terdiri atas lima pos evaluasi untuk mengulas kembali seluruh materi yang telah diterima selama kaderisasi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi Inisiasi dan Pengesahan sebagai simbol pengukuhan peserta menjadi kader GMNI setelah melalui seluruh tahapan kaderisasi.
Ketua Pelaksana KTD menyampaikan bahwa kaderisasi tingkat dasar tidak sekadar menjadi proses transfer pengetahuan organisasi, tetapi juga ruang pembentukan karakter kader yang mampu berpikir kritis, bersikap progresif, serta hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Melalui proses kaderisasi ini diharapkan lahir kader-kader GMNI yang tidak hanya memahami nilai-nilai Marhaenisme secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya Kaderisasi Tingkat Dasar Tahun 2026, DPK GMNI UNTAG 1945 Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus mencetak kader yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat juang dalam melanjutkan estafet perjuangan organisasi demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, serta berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Marhaenisme.


Tidak ada komentar