
Jakarta, Serikatnasional.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang secara tegas menolak pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI versi Soejari-Amir yang digelar di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/1/2026).
Ketua DPC GMNI Malang, Bung Stanis, saat diwawancarai menegaskan bahwa langkah pengukuhan tersebut merupakan upaya pemecah belah organisasi.
“Kami tegaskan, pengukuhan pengurus yang dilakukan Soejari-Amir adalah upaya yang berpotensi memecah belah organisasi. Hal ini dapat memicu kembalinya dualisme kepemimpinan di tubuh GMNI, padahal babak perpecahan sebelumnya telah ditutup dengan adanya Rekonsiliasi Nasional,” ujar Stanis.
Ia menjelaskan bahwa rekonsiliasi tersebut telah berhasil mempertemukan DPP GMNI Arjuna-Dendi dan DPP GMNI Risyad-Patra, yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus DPP GMNI periode 2025-2028.
“Proses rekonsiliasi dan penyatuan itu telah resmi ditandai dengan pengukuhan di Hotel Inna Heritage, Denpasar, Bali, pada tanggal 15-17 Desember 2025. Itulah momen pemersatu yang kami akui,” lanjutnya.
Stanis menambahkan bahwa penolakan mereka merupakan bentuk perlawanan terhadap upaya-upaya yang mengancam keutuhan organisasi.
“Kami menolak tegas adanya upaya sistematis dan masif yang dilakukan oleh oknum-oknum yang anti-persatuan. Tindakan mereka hanya memecah belah demi kepentingan pribadi atau kelompok sempit, tanpa mempertimbangkan kepentingan seluruh kader GMNI di Indonesia,” tambahnya.
Dengan demikian, DPC GMNI Malang menyerukan seluruh kader untuk tetap berpegang pada hasil rekonsiliasi nasional dan menjaga persatuan organisasi dari segala bentuk manuver yang dapat menyebabkan kembali terjadinya perpecahan.

Tidak ada komentar