Seruan Mundur untuk Gus Yahya Menguat, Petani Milenial NU Tegaskan Otoritas Rais Aam

2 menit membaca
Redaksi SN
News - 23 Nov 2025

Jakarta, Serikatnasional.id — Keputusan rapat harian Syuriyah yang menegaskan kembali otoritas Rais Aam sebagai pemegang komando tertinggi di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) memunculkan respons dari kader muda jam’iyyah.

M. Nadhim Ardiansyah, petani milenial NU, menyatakan bahwa langkah Syuriyah tersebut merupakan koreksi penting terhadap dinamika internal yang belakangan memanas.

“Keputusan Syuriyah ini mengingatkan kita bahwa otoritas tertinggi tetap berada di tangan Rais Aam. Itu bukan hanya aturan organisasi, tetapi penyangga moral NU,” kata Nadhim saat dimintai tanggapan, Minggu, 23 November 2025.

Menurut Nadhim, penegasan Syuriyah harus dibaca sebagai upaya menata ulang ketegangan yang muncul di struktur PBNU. Ia menilai bahwa seluruh unsur jam’iyyah, termasuk Ketua Umum PBNU Gus Yahya, wajib tunduk pada garis komando tersebut.

“Kalau Rais Aam sudah memberi sinyal korektif, semua harus patuh. Termasuk Ketua Umum. Ini bukan soal pribadi, ini soal menjaga marwah NU,” ujarnya.

Dari perspektifnya sebagai kader muda yang berkecimpung dalam pemberdayaan petani milenial, stabilitas organisasi menjadi kunci keberlanjutan program sosial dan ekonomi warga.

“Ketenangan NU itu syarat utama untuk melanjutkan gerakan kemandirian ekonomi. Petani milenial, santri, dan warga jam’iyyah butuh NU yang stabil,” tutur Nadhim.

Atas dasar itu, Nadhim mendesak Gus Yahya agar mempertimbangkan langkah mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU sebagai bentuk penghormatan terhadap mekanisme struktural. “Kalau demi kemaslahatan lebih besar, ya mundur itu sikap legawa yang justru memperkuat NU,” tegasnya.

Nadhim menutup pernyataannya dengan menyerukan pentingnya kembali pada otoritas keulamaan sebagai fondasi jam’iyyah.

“Di tengah suasana yang panas, warga NU harus kembali pada garis kepemimpinan Rais Aam. Itu cara kita menjaga ketertiban dan kehormatan organisasi,” ucapnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *