
SUMENEP, Serikatnasional.id — Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna menjaga stabilitas fiskal.
Langkah tersebut dinilai penting menyusul meningkatnya beban anggaran daerah, terutama pada sektor belanja pegawai yang kini telah melampaui ambang batas ideal.
Menurut Fauzi, secara regulasi belanja pegawai seharusnya berada di bawah 30 persen. Namun, kondisi saat ini berbeda karena gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dibebankan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Secara aturan, belanja pegawai di bawah 30 persen bisa terpenuhi jika gaji PPPK tidak dimasukkan. Namun faktanya sekarang PPPK digaji daerah, sehingga naik menjadi sekitar 37 persen, ditambah BLUD yang juga harus kita tanggung,” ujarnya kepada awak media.
Dalam situasi tersebut, peningkatan PAD menjadi solusi strategis untuk menjaga keseimbangan fiskal agar tetap sehat dan berkelanjutan.
“Solusinya satu, seluruh OPD harus bekerja maksimal meningkatkan PAD,” tegasnya.
Meski beban anggaran meningkat, Fauzi memastikan tidak ada kebijakan untuk merumahkan PPPK. Namun, ia menekankan bahwa evaluasi kinerja tetap akan dilakukan secara menyeluruh.
“Jangan berpikir untuk merumahkan PPPK. Tapi jika kinerja tidak maksimal, bukan hanya PPPK, TPP juga bisa kita evaluasi,” pungkasnya.


Tidak ada komentar