
SUMENEP, SerikatNasional.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kembali mengaktifkan PosCurhat sebagai sarana komunikasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, hingga persoalan yang dihadapi, terutama bagi kalangan perempuan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) sekaligus memastikan setiap warga memiliki ruang yang setara dalam menyampaikan kebutuhan kepada pemerintah.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan PosCurhat akan tersedia di seluruh desa sebagai media yang mudah diakses masyarakat.
“PosCurhat nantinya tersedia di seluruh desa untuk menerima berbagai aspirasi masyarakat, terutama perempuan agar dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi,” ujar Arif, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, PosCurhat tidak hanya menjadi tempat penyampaian keluhan, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk memberikan gagasan dan usulan pembangunan demi mewujudkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.
Melalui pengaktifan kembali PosCurhat, Pemkab Sumenep juga berupaya membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang selama ini merasa belum memperoleh hak yang setara dalam pelayanan publik.
“Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman dan adil untuk menjamin kesetaraan hak seluruh masyarakat, terutama perempuan,” tegasnya.
Arif menjelaskan, PosCurhat sebenarnya pernah dijalankan di sejumlah desa. Namun, dalam perjalanannya program tersebut tidak lagi aktif sehingga perlu dihidupkan kembali agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
“PosCurhat pernah berjalan di sejumlah desa, tetapi tidak aktif lagi. Karena itu kami menghidupkannya kembali agar fungsinya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Bappeda berharap keberadaan PosCurhat mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil pemerintah dapat lebih inklusif, aspiratif, dan mampu menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap PosCurhat menjadi media komunikasi yang efektif antara masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan Sumenep yang lebih inklusif,” pungkas Arif.


Tidak ada komentar