
SUMENEP, Serikatnssional.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep memanfaatkan gelaran Madura Culture Festival (MCF) 2026 untuk memperkenalkan berbagai inovasi dan perkembangan tata kelola pemerintahan desa kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan GOR A. Yani Sumenep tersebut tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi publik mengenai berbagai program pembangunan daerah, khususnya sektor pemerintahan desa.
Stan DPMD mengusung tema “Beragam Inovasi untuk Desa Maju, Sumenep Hebat”. Sejumlah program dan inovasi ditampilkan, di antaranya rencana penerapan E-Voting Pilkades Serentak 2027, perkembangan Indeks Desa, serta Si Malhum (Sistem Percepatan Pelayanan Badan Hukum BUMDesa).
Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengatakan inovasi menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong kemajuan desa.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Penguatan pelayanan publik, kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengelolaan potensi ekonomi desa juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Pembangunan desa tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pelayanan publik, kelembagaan, pemberdayaan masyarakat dan potensi ekonomi desa juga perlu diperkuat,” demikian substansi yang disampaikan dalam pengembangan program DPMD.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan kepada masyarakat adalah E-Voting Pilkades Serentak 2027. Inovasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan tata kelola pemerintahan desa berbasis teknologi.
Selain itu, DPMD juga menampilkan perkembangan Indeks Desa di Kabupaten Sumenep. Berdasarkan data yang dipajang dalam materi pameran, tercatat 146 desa berstatus mandiri, 145 desa maju, dan 39 desa berkembang.
Data tersebut menggambarkan kondisi perkembangan desa berdasarkan sejumlah indikator yang digunakan dalam penilaian Indeks Desa.
Percepat Penguatan BUMDesaDPMD juga memperkenalkan Si Malhum, sistem yang dirancang untuk mempercepat pelayanan terkait badan hukum Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).
Melalui inovasi tersebut, proses penguatan kelembagaan BUMDesa diharapkan menjadi lebih efektif dan tertata. Dengan demikian, potensi ekonomi desa dapat dikelola melalui kelembagaan yang memiliki legalitas dan tata kelola yang lebih baik.
Kehadiran stan DPMD dalam MCF 2026 sekaligus menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Pengunjung dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai perkembangan desa, inovasi pelayanan, hingga berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pemerintahan desa.
DPMD berharap keberadaan stan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai program yang sedang dikembangkan sekaligus membuka ruang interaksi dengan masyarakat.
Dorongan terhadap pemerintah desa untuk terus berinovasi menjadi bagian dari upaya mempercepat kemandirian desa. Setiap desa memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga pengembangannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Inovasi pun tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi, tetapi juga sebagai upaya menciptakan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.
MCF 2026 menjadi salah satu momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkenalkan berbagai program dan potensi daerah. Kegiatan tersebut memadukan unsur pemerintahan, pembangunan, UMKM, seni, budaya, serta aktivitas masyarakat.
Melalui pameran tersebut, DPMD Sumenep ingin menunjukkan bahwa desa memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Penguatan pelayanan, kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam mendorong terwujudnya desa yang semakin maju dan mandiri.


Tidak ada komentar