
SUMENEP, Serikatnasional.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep memanfaatkan ajang Madura Night Vaganza (MNV) 2026 untuk menyampaikan informasi mengenai arah kebijakan, perencanaan, capaian, serta inovasi pembangunan daerah kepada masyarakat.
Informasi tersebut disajikan melalui stan pameran pembangunan di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Jumat (28/8/2026). Stan Bappeda dikemas dengan ornamen bernuansa Keraton Sumenep yang dipadukan dengan berbagai materi pembangunan dalam bentuk infografis.
Sejumlah informasi yang ditampilkan antara lain visi dan misi daerah, delapan program unggulan 2025–2029, capaian indikator pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), e-Stunting, E-SAKIP, serta program Peti Koin Bermantara.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan keikutsertaan dalam MNV 2026 menjadi salah satu sarana untuk membuka informasi mengenai proses perencanaan pembangunan kepada masyarakat.
Menurut dia, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program, tetapi juga melalui tahapan perencanaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Masyarakat diharapkan dengan memahami proses perencanaan pembangunan bisa mendorong partisipasi publik, sekaligus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan Pemerintah Kabupaten Sumenep,” kata Arif kepada Media Center di lokasi MNV, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, delapan program unggulan yang ditampilkan meliputi peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru, penguatan layanan kesehatan, pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, serta pengembangan ekonomi kawasan dan desa.
Program lainnya mencakup pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan, tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, penanganan masalah sosial, serta peningkatan infrastruktur dan transportasi menuju wilayah kepulauan.
Bappeda juga menampilkan tahapan penyusunan RKPD, mulai dari rancangan awal, forum perangkat daerah, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD hingga penetapan RKPD.
Selain proses perencanaan, sejumlah inovasi berbasis data turut diperkenalkan, di antaranya e-Stunting dan E-SAKIP. Bappeda juga menampilkan Peti Koin Bermantara yang diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi produktif masyarakat di berbagai sektor.
Menurut Arif, data capaian pembangunan menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembangunan daerah.
“Data pembangunan ini menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran mengenai perkembangan Kabupaten Sumenep, sehingga informasinya tidak hanya sebagai bahan evaluasi terhadap capaian pembangunan, tetapi bisa digunakan sebagai dasar dalam menentukan arah dan penyusunan kebijakan daerah selanjutnya,” ujarnya.
Sejumlah indikator yang ditampilkan meliputi tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Indeks Gini.
Arif menegaskan, penggunaan data terukur diperlukan agar kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah daerah melalui data yang terukur bisa mengidentifikasi perkembangan, tantangan, serta kebutuhan masyarakat secara lebih tepat, dalam rangka menyusun perencanaan pembangunan yang efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kondisi daerah,” katanya.


Tidak ada komentar