Ansor Aeng Panas Bentuk Persatuan Pemuda Olahraga, Cegah Kenakalan Remaja

2 menit membaca
Redaksi SN
News - 23 Agu 2026

Sumenap, Serikatnasional.id – Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Aeng Panas membentuk Persatuan Pemuda Olahraga sebagai wadah positif bagi generasi muda di tengah kekhawatiran terhadap maraknya kenakalan remaja dan penyimpangan sosial di lingkungan pedesaan.

Pembentukan wadah tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengarahkan pemuda pada kegiatan yang sehat, produktif, dan membangun kebersamaan. Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah olahraga bulu tangkis atau badminton.

Melalui kegiatan olahraga, para pemuda tidak hanya memiliki ruang untuk menyalurkan minat dan bakat, tetapi juga tempat untuk berkumpul, berinteraksi, dan mempererat persaudaraan.

Inisiator kegiatan sekaligus Pimpinan Ranting GP Ansor Aeng Panas, Miftahul Arifin, S.Fil., mengatakan, pembentukan Persatuan Pemuda Olahraga merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi generasi muda.

Menurutnya, pemuda perlu diberikan ruang yang positif agar tidak terjebak dalam aktivitas yang kurang bermanfaat, termasuk penggunaan media sosial secara berlebihan maupun bermain gim tanpa kontrol.

“Dari olahraga, kita membangun persatuan. Dari persatuan, kita wujudkan pemuda yang produktif dan peduli terhadap masyarakat,” ujar Miftahul Arifin.

Ia menilai, keberadaan wadah kepemudaan dapat menjadi salah satu instrumen dalam menjaga ketenteraman sosial di tingkat desa. Pemuda, kata dia, bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus dilibatkan sebagai bagian dari kekuatan sosial masyarakat.

Karena itu, kegiatan olahraga diharapkan tidak berhenti pada aktivitas bermain bulu tangkis. Lebih jauh, Persatuan Pemuda Olahraga diharapkan mampu menjadi ruang untuk membangun karakter, kedisiplinan, solidaritas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Ketika pemuda memiliki ruang untuk berkegiatan, mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun hubungan sosial yang baik,” katanya.

GP Ansor Aeng Panas berharap kegiatan tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan melalui latihan rutin, pertandingan persahabatan, hingga turnamen antarpemuda.

Dengan demikian, olahraga tidak sekadar menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan menciptakan lingkungan sosial yang aman, guyub, dan kondusif.

“Kami ingin olahraga menjadi pintu masuk untuk membangun kebersamaan. Dari lapangan, pemuda belajar sportivitas, disiplin, dan menghargai orang lain,” pungkas Miftahul.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *